Setapak Langkah – 15 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmen kuatnya dalam mempercepat penyelesaian proyek jalan tol yang menghubungkan wilayah interior dengan Pelabuhan Tanjung Carat, Banyuasin. Sinkronisasi tata ruang menjadi langkah strategis untuk menghindari hambatan administratif dan memastikan jalur konstruksi dapat berjalan lancar sesuai jadwal.
Rencana pembangunan tol ini mencakup sekitar 28 kilometer jalur utama yang menghubungkan Jalan Nasional 16 (Jalan Raya Palembang‑Lubuklinggau) dengan kawasan pelabuhan di Tanjung Carat. Total investasi diperkirakan mencapai Rp 2,5 triliun, dengan partisipasi dana dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan swasta melalui skema kerjasama pemerintah‑swasta (KPBU).
Berikut beberapa manfaat yang diharapkan dari proyek ini:
- Meningkatkan efisiensi distribusi barang, khususnya komoditas agrikultur dan batubara, dengan menurunkan waktu tempuh hingga 30‑40 persen.
- Memperkuat daya saing pelabuhan Tanjung Carat sebagai pintu keluar utama untuk ekspor ke pasar Asia Tenggara.
- Menstimulus pertumbuhan ekonomi regional melalui penciptaan lapangan kerja langsung dan tidak langsung selama fase konstruksi dan operasional.
- Mengurangi kemacetan di ruas-ruas jalan alternatif yang selama ini menjadi jalur utama bagi truk‑truk logistik.
- Mendorong investasi tambahan di sektor industri pengolahan, logistik, dan pariwisata di sekitar koridor tol.
Untuk memastikan keberhasilan sinkronisasi tata ruang, Dinas Penataan Ruang dan Cipta Karya Sumsel bekerja sama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta pemangku kepentingan lokal. Proses ini mencakup penyesuaian rencana tata ruang wilayah (RTRW) serta penyusunan perizinan lingkungan yang selaras dengan standar nasional.
Jika semua tahapan perencanaan dan persetujuan dapat diselesaikan tepat waktu, pembangunan fisik tol diproyeksikan mulai pada kuartal pertama 2025 dengan target selesai pada akhir 2028. Pemerintah provinsi menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi katalisator utama bagi percepatan pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan dan meningkatkan konektivitas nasional.