Setapak Langkah – 14 Mei 2026 | Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) bekerja sama dengan pemerintah daerah Sulawesi Selatan serta sejumlah organisasi kemanusiaan meluncurkan program terpadu untuk memperkuat mitigasi terhadap ancaman El Nino yang diproyeksikan muncul pada tahun 2026.
Program tersebut mencakup tiga pilar utama: peningkatan sistem peringatan dini, pengelolaan sumber daya air, dan pemberdayaan masyarakat terdampak. Langkah‑langkah konkrit yang telah direncanakan antara lain:
- Pemasangan stasiun cuaca otomatis di 12 titik kritis untuk memantau curah hujan dan suhu tanah secara real‑time.
- Pembangunan dan rehabilitasi waduk serta sumur resapan guna menampung air selama musim hujan dan menyediakan cadangan air bersih pada masa kering.
- Pelatihan mitigasi bencana bagi petani, nelayan, dan kelompok rentan lainnya, termasuk teknik irigasi hemat air dan diversifikasi tanaman tahan kekeringan.
- Penyediaan paket bantuan darurat berupa makanan, obat, dan peralatan sanitasi yang siap didistribusikan dalam 48 jam setelah bencana terjadi.
- Pengembangan platform digital berbasis SMS untuk menyebarkan peringatan dan instruksi evakuasi kepada warga di daerah terpencil.
Koordinasi lintas sektor dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, dengan dukungan logistik dari PFI serta jaringan relawan lokal. Anggaran awal sebesar Rp 150 miliar dialokasikan untuk fase pertama, yang mencakup instalasi peralatan dan pelatihan selama dua tahun ke depan.