Setapak Langkah – 06 Agustus 2026 | ASDP Indonesia Ferry meluncurkan program sterilisasi di enam pelabuhan strategis sebagai upaya meningkatkan standar keselamatan nasional di sektor transportasi laut. Program ini mencakup pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar.
Inisiatif sterilisasi melibatkan pembersihan menyeluruh fasilitas, pemasangan peralatan deteksi kontaminasi, serta prosedur sanitasi yang terstandarisasi. Setiap pelabuhan diperlengkapi dengan ruang karantina, sistem ventilasi berfilter HEPA, dan protokol pemeriksaan rutin bagi penumpang serta barang.
- Merak – gerbang utama menuju Pulau Jawa.
- Bakauheni – pintu masuk utama ke Sumatera.
- Ketapang – titik transit penting di Kalimantan Barat.
- Gilimanuk – pelabuhan utama di Bali.
- Kayangan – pelabuhan di Pulau Belitung.
- Lembar – pelabuhan utama di Lombok.
Standar baru mencakup tiga pilar utama: pencegahan, deteksi, dan respon cepat. Pencegahan dilakukan melalui prosedur sanitasi harian, deteksi dengan alat uji cepat untuk virus dan bakteri, serta respon cepat melalui tim medis yang siap menanggapi potensi wabah.
Dengan penerapan program ini, ASDP menargetkan penurunan risiko penularan penyakit hingga 80% dan meningkatkan kepercayaan penumpang. Selain itu, program ini diharapkan dapat mempercepat proses boarding, karena prosedur pemeriksaan menjadi lebih terstruktur dan efisien.
Pemerintah mendukung inisiatif ini melalui alokasi anggaran khusus serta regulasi yang memudahkan koordinasi antara otoritas pelabuhan, badan kesehatan, dan operator ferry. Diharapkan dalam jangka menengah, standar sterilisasi ini dapat direplikasi di pelabuhan-pelabuhan lain di seluruh kepulauan Indonesia.