Setapak Langkah – 16 Juni 2026 | Stasiun Ngunut, yang terletak di jalur kereta api utama antara Blitar dan Tulungagung, kembali menjadi titik penting bagi pergerakan warga di kedua kota. Meskipun bangunannya sederhana, stasiun ini berperan sebagai penghubung utama bagi penumpang yang mengandalkan transportasi kereta api untuk aktivitas sehari‑hari, baik untuk keperluan pekerjaan, pendidikan, maupun perdagangan.
Selama beberapa bulan terakhir, pengelola stasiun bersama aparat daerah melakukan serangkaian langkah strategis untuk memastikan layanan tidak terputus. Antara lain, penyesuaian jadwal kereta, penambahan petugas loket, serta perbaikan fasilitas dasar seperti ruang tunggu, toilet, dan area parkir.
- Penyesuaian jadwal: kereta eksekutif dan ekonomi kini beroperasi setiap 30‑45 menit pada jam sibuk.
- Peningkatan pelayanan: penambahan loket tiket otomatis untuk meminimalkan antrean.
- Perbaikan fasilitas: renovasi ruang tunggu dengan pendingin udara dan penerangan LED.
- Keamanan: peningkatan pos satpam dan pemasangan CCTV di seluruh area stasiun.
Data operasional yang dirilis oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) menunjukkan peningkatan jumlah penumpang sebesar 12 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Berikut merupakan ringkasan statistik bulanan:
| Bulan | Penumpang (orang) | Kereta berangkat |
|---|---|---|
| Januari | 8 450 | 12 |
| Februari | 9 120 | 13 |
| Maret | 9 800 | 14 |
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah Blitar dan Tulungagung yang menyalurkan dana tambahan untuk perawatan infrastruktur serta melibatkan masyarakat dalam program “Stasiun Bersih”. Program tersebut mengajak warga untuk secara rutin membersihkan area stasiun, sehingga menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman.
Ke depan, rencana pengembangan meliputi pembangunan jalur rel tambahan yang memungkinkan layanan kereta cepat (KRL) menghubungkan kedua kota secara lebih intensif. Pemerintah juga menargetkan peningkatan frekuensi kereta pada jam‑jam puncak hingga satu kereta tiap 20 menit.
Dengan langkah‑langkah tersebut, Stasiun Ngunut diharapkan tetap menjadi urat nadi mobilitas masyarakat Blitar‑Tulungagung, menjamin aksesibilitas yang terjamin sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi regional.