Setapak Langkah – 23 Mei 2026 | Retail modernisasi di Indonesia semakin didorong oleh peran penting Supply Retail Chain (SRC) serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang kelontong. Kombinasi keduanya menjadi tulang punggung pertumbuhan sektor ritel nasional.
Riset terbaru berjudul “Bukti Nyata SRC untuk Indonesia” yang dipublikasikan oleh KG Media pada tahun 2026 menegaskan kontribusi signifikan SRC terhadap perekonomian. Menurut data tersebut, total omzet yang dihasilkan oleh jaringan toko SRC mencapai sekitar Rp251 triliun per tahun, setara dengan 9,5 % dari total nilai penjualan ritel di Tanah Air.
- Jumlah toko SRC yang beroperasi terus meningkat, menciptakan jaringan distribusi yang lebih luas.
- UMKM kelontong memanfaatkan dukungan logistik dan teknologi SRC untuk memperluas jangkauan pasar.
- Kedua segmen saling melengkapi; SRC menyediakan pasokan stabil, sementara UMKM menyalurkan produk ke konsumen akhir.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Omzet tahunan SRC | Rp251 triliun |
| Persentase dari total ritel nasional | 9,5 % |
| Tahun riset | 2026 |
Dengan dukungan kebijakan pemerintah yang memfasilitasi digitalisasi dan akses pembiayaan, UMKM kelontong kini dapat meningkatkan efisiensi operasional serta memperkenalkan produk lokal ke pasar yang lebih luas. Sinergi ini tidak hanya meningkatkan pendapatan usaha kecil, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan daya beli masyarakat.
Ke depan, diperkirakan peran SRC dan UMKM kelontong akan terus menguat, terutama bila investasi pada infrastruktur logistik dan platform e‑commerce terus ditingkatkan. Hal ini akan menambah nilai tambah bagi seluruh ekosistem ritel, menjadikan Indonesia lebih kompetitif di kancah regional.