Setapak Langkah – 31 Juli 2026 | Broad Peak, gunung ke‑12 tertinggi di dunia yang terletak di pegunungan Karakoram perbatasan Pakistan‑China, kembali menjadi sorotan internasional setelah sebuah longsor salju menimpa jalur pendakian pada tanggal 27 Juni 2026. Menurut laporan resmi, sepuluh pendaki yang tengah berada di zona 7.500‑8.000 meter tidak dapat ditemukan setelah massa salju tebal menuruni lereng secara tiba‑tiba.
Ekspedisi yang terlibat terdiri atas tiga tim internasional: dua tim asal Pakistan, satu tim asal Indonesia, dan satu tim campuran yang melibatkan pendaki dari Nepal dan Turki. Semua anggota tim dilaporkan memiliki pengalaman tinggi dalam pendakian gunung berusia lebih dari 8.000 meter, namun cuaca pada hari kejadian berubah drastis menjadi badai salju dengan visibilitas sangat rendah.
Pihak otoritas Pakistan, melalui Komando Operasi Penyelamatan Pegunungan (Mountain Rescue Command), segera mengerahkan tim SAR termasuk helikopter, anjing pelacak, serta tim medis. Operasi pencarian diperkirakan memakan waktu lebih dari 48 jam karena kondisi cuaca yang masih tidak bersahabat.
- Penggunaan helikopter SAR berjenis Eurocopter AS332 Super Puma untuk evakuasi medan tinggi.
- Pemantauan satelit dan drone untuk mengidentifikasi jejak pendaki.
- Penempatan tim anjing pelacak di zona base camp.
- Koordinasi dengan tim SAR internasional dari China, India, dan Turki.
Para ahli gunung menilai bahwa perubahan iklim telah meningkatkan frekuensi dan intensitas longsor salju di wilayah Karakoram. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa suhu rata‑rata di ketinggian tersebut meningkat sekitar 0,3 °C per dekade, yang dapat memicu ketidakstabilan lapisan salju.
Longsor serupa pernah terjadi di Broad Peak pada tahun 2013, ketika tiga pendaki kehilangan nyawa setelah terjebak dalam badai salju. Insiden ini menjadi pengingat bagi komunitas pendaki untuk meningkatkan persiapan teknis, termasuk penggunaan peralatan deteksi longsor dan penilaian cuaca secara real‑time.
Sejauh ini, tiga pendaki berhasil ditemukan selamat dengan luka ringan, sementara tujuh lainnya masih dinyatakan hilang. Pihak berwenang mengimbau keluarga korban untuk bersabar dan menunggu hasil investigasi lebih lanjut, serta menyerukan pentingnya edukasi keselamatan bagi semua pendaki yang menaklukkan gunung‑gunung tinggi.