Setapak Langkah – 10 Juni 2026 | Sentimen global yang masih dipengaruhi kebijakan moneter Amerika Serikat serta ketegangan geopolitik, bersama dengan penurunan cadangan devisa (cadev), menambah tekanan pada nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini.
Penyebab Sentimen Global
- Kebijakan suku bunga The Federal Reserve yang diprediksi tetap tinggi.
- Ketidakpastian politik di beberapa negara utama.
- Fluktuasi harga komoditas seperti minyak dan logam.
Penurunan Cadangan Devisa
Data terbaru menunjukkan cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan selama tiga bulan berturut‑turut. Berikut ringkasan data yang dirilis Bank Indonesia:
| Bulan | Cadangan Devisa (USD Miliar) |
|---|---|
| Januari 2024 | 122 |
| Februari 2024 | 118 |
| Maret 2024 | 115 |
Dampak Terhadap Rupiah
Penurunan cadv memperkecil buffer yang dapat digunakan untuk intervensi pasar, sehingga rupiah terpaksa menguatkan diri di pasar spot. Akibatnya, biaya impor, terutama barang modal dan kebutuhan pokok, cenderung naik.
Proyeksi dan Rekomendasi
- Pengamat pasar memperkirakan volatilitas nilai tukar akan tetap tinggi dalam pekan ke depan.
- Pemerintah diharapkan meningkatkan diversifikasi sumber devisa, misalnya melalui ekspor non‑migas.
- Investor disarankan memantau data inflasi dan neraca perdagangan sebagai indikator utama pergerakan rupiah.
Secara keseluruhan, kombinasi sentimen global yang kurang bersahabat dan penurunan cadangan devisa menimbulkan tekanan berkelanjutan pada rupiah. Pemantauan data ekonomi secara real‑time menjadi penting bagi pelaku pasar.