Setapak Langkah – 27 Juli 2026 | Jumat, 26 Juli 2024, para aktivis dan kader partai PDIP berkumpul di Balai Kartini, Jakarta, untuk memperingati tiga dekade Kudatuli, simbol perlawanan politik yang telah menjadi tonggak perjuangan demokrasi di Indonesia. Acara dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, yang menyampaikan empat seruan nasional guna memperkuat fondasi demokrasi.
Seruan pertama menekankan pentingnya memperkokoh perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) di seluruh wilayah negara. Hasto menegaskan bahwa penegakan HAM harus menjadi prioritas utama pemerintah dan lembaga penegak hukum, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat sipil.
Seruan kedua berfokus pada agenda reformasi struktural. Ia mengajak semua pihak untuk melanjutkan proses reformasi yang telah dimulai sejak era Reformasi 1998, termasuk reformasi birokrasi, sistem pemilu, dan institusi kelembagaan yang mendukung transparansi serta akuntabilitas.
Seruan ketiga menyoroti kebutuhan melindungi ruang kebebasan sipil. Menurut Hasto, kebebasan berpendapat, pers, dan berorganisasi harus dijaga dari segala bentuk intimidasi atau pembatasan yang tidak proporsional.
Seruan keempat mengajak peningkatan pendidikan politik bagi warga negara. Pendidikan politik yang inklusif diharapkan dapat menumbuhkan budaya demokratis yang kritis dan partisipatif.
Keempat poin tersebut dirangkum dalam daftar berikut:
- Perlindungan Hak Asasi Manusia yang kuat dan menyeluruh.
- Penerusan agenda reformasi institusional dan birokratis.
- Penegakan ruang kebebasan sipil tanpa intervensi yang tidak sah.
- Peningkatan pendidikan politik untuk menumbuhkan kesadaran demokratis.
Hasto menutup sambutan dengan menegaskan bahwa semangat Kudatuli harus terus hidup dalam setiap tindakan politik dan sosial, serta menjadi pijakan bagi generasi mendatang dalam menjaga kemerdekaan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.