Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan telah menyerahkan sampel DNA korban kecelakaan bus ALS yang terjadi di Muratara kepada Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Pengiriman ini merupakan bagian penting dari upaya identifikasi jenazah yang masih belum terkonfirmasi identitasnya.
Kecelakaan bus ALS di Muratara menewaskan puluhan penumpang dan menimbulkan kebingungan mengenai identitas beberapa korban. Untuk mengatasi hal tersebut, tim DVI melakukan pengambilan sampel deoxyribonucleic acid (DNA) dari jenazah dan mengirimkannya ke laboratorium forensik Mabes Polri yang dilengkapi dengan teknologi pengujian DNA terkini.
Proses identifikasi DNA melibatkan beberapa tahapan kritis:
- Pengambilan sampel jaringan tubuh (biasanya dari jaringan lunak atau tulang) oleh tim forensik di lokasi kejadian.
- Pengemasan dan pelabelan sampel secara prosedural untuk menjaga rantai kepemilikan.
- Pengiriman melalui kurir resmi ke laboratorium DNA di Mabes Polri.
- Ekstraksi DNA, amplifikasi, dan pencocokan dengan basis data DNA keluarga korban atau database nasional.
- Penerbitan hasil identifikasi dan penyampaian kepada keluarga serta otoritas terkait.
Pengiriman sampel ke Mabes Polri juga memperkuat koordinasi antar lembaga penegak hukum dan kesehatan dalam menangani bencana massal. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban serta mempercepat proses administrasi pemakaman.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kesiapan tim DVI dalam penanganan bencana, termasuk ketersediaan peralatan pengambilan DNA, pelatihan personel, serta jaringan kerja yang terintegrasi antara daerah dan pusat.