Setapak Langkah – 28 Maret 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan tipis sebesar 0,14 persen pada penutupan pekan terakhir, berlabuh di level 7.097 setelah sebelumnya berada di 7.106. Meskipun indeks utama berada di zona merah, sejumlah saham berhasil menahan tekanan dengan melesat tinggi, menampilkan performa yang jauh melampaui pergerakan pasar secara umum.
Daftar Saham Top Gainers Sepekan
Berikut rangkuman kinerja sepuluh saham teratas yang mencatat kenaikan persentase terbesar selama periode perdagangan 23‑27 Maret 2026:
- Satria Mega Kencana (SOTS) – naik 58,57% atau setara 410 poin, mencapai Rp1.110 per lembar, melampaui harga sebelumnya Rp700.
- Ever Shine (ESTI) – melonjak 51,22% (63 poin) menjadi Rp186, naik dari Rp123.
- Trisula Textile (BELL) – meningkat 47,75% (53 poin) hingga Rp164, sebelumnya Rp111.
- Tunas Alfin (TALF) – menguat 46,15% (240 poin) menjadi Rp760, naik dari Rp520.
- Sunson Textile (SSTM) – melesat 45,00% (225 poin) mencapai Rp725, sebelumnya Rp500.
- Pelayaran Ekalya (ELPI) – menguat 33,21% (465 poin) menjadi Rp1.865, naik dari Rp1.400.
- Net Visi Media (NETV) – naik 27,78% (20 poin) menjadi Rp92, dari Rp72.
- Fuji Finance (FUJI) – bertumbuh 27,52% (82 poin) menjadi Rp380, naik dari Rp298.
- Asia Pramulia (ASPR) – melaju 27,08% (39 poin) menjadi Rp183, sebelumnya Rp144.
- Trivar Plus (RAAM) – menanjak 26,38% (43 poin) menjadi Rp206, dari Rp163.
Pergerakan tajam ini tidak hanya menambah likuiditas pada masing‑masing saham, tetapi juga memberikan dukungan psikologis bagi investor yang mencari peluang di tengah volatilitas pasar.
Faktor Pendukung Kenaikan
Beberapa faktor yang menjadi pendorong utama kenaikan saham-saham di atas antara lain:
- Fundamental kuat – Banyak perusahaan tersebut melaporkan peningkatan pendapatan kuartal terakhir, terutama pada sektor tekstil (BELL, SSTM) dan logistik (ELPI).
- Sentimen pasar – Kenaikan harga komoditas global dan kebijakan moneter yang relatif stabil memberi ruang bagi saham-saham kecil hingga menengah untuk beraksi.
- Volume perdagangan tinggi – Lonjakan aktivitas beli dari institusi maupun investor ritel menciptakan tekanan beli yang signifikan.
Selain faktor internal, dinamika eksternal seperti penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar serta pergerakan indeks global juga memberikan kontribusi tidak langsung terhadap pergerakan sektor‑sektor terkait.
Implikasi bagi Indeks IHSG
Walaupun IHSG tetap berada di zona negatif, kontribusi saham-saham top gainers berpotensi menahan laju penurunan lebih dalam. Jika tren positif ini berlanjut, indeks utama dapat mengalami rebound pada pekan berikutnya, terutama bila sentimen global tetap mendukung.
Investor disarankan untuk tetap melakukan diversifikasi, memperhatikan rasio harga‑terhadap‑pendapatan (P/E) dan nilai buku (PBV) masing‑masing emiten, serta mengikuti perkembangan kebijakan regulator yang dapat memengaruhi likuiditas pasar.
Secara keseluruhan, minggu ini menegaskan bahwa meskipun pasar utama mengalami koreksi, masih terdapat peluang signifikan pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat dan didukung oleh aliran dana yang positif. Mengamati pergerakan lanjutan dari saham-saham top gainers ini dapat menjadi acuan bagi strategi investasi jangka menengah ke depan.