Setapak Langkah – 04 Juli 2026 | Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa proses transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas, khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan pada akhir pekan, Rosan menekankan pentingnya sinergi antara efisiensi operasional BUMN dan peningkatan dukungan kepada sektor UMKM.
| Indikator | Capaian hingga April 2026 | Target 2026 |
|---|---|---|
| Efisiensi biaya operasional | Penghematan Rp 12 triliun | Rp 15 triliun |
| Investasi baru di sektor energi & infrastruktur | Rp 85 triliun | Rp 100 triliun |
| Jumlah UMKM yang terintegrasi dalam rantai pasok BUMN | 1,8 juta unit | 2,5 juta unit |
| Proyek digitalisasi layanan publik | 80% layanan terdigitalkan | 100% layanan terdigitalkan |
Rosan menambahkan bahwa penghematan biaya tidak hanya meningkatkan profitabilitas BUMN, tetapi juga membuka ruang bagi alokasi dana yang lebih besar ke program pendukung UMKM, seperti pembiayaan mikro, pelatihan keterampilan, dan akses pasar digital. “Transformasi tidak boleh menjadi agenda birokrasi semata; harus ada dampak nyata yang memperkuat daya saing ekonomi rakyat,” tegasnya.
Selain itu, BUMN diharapkan mempercepat investasi di bidang energi terbarukan, infrastruktur transportasi, dan teknologi digital, yang secara tidak langsung menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan produktivitas nasional. Rosan menekankan perlunya kolaborasi lintas kementerian serta kemitraan yang kuat antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha kecil.
Dengan target akhir tahun 2026, diharapkan seluruh BUMN dapat mencapai standar efisiensi yang ditetapkan, sekaligus menambah jumlah UMKM yang terlibat dalam ekosistem BUMN sebanyak 40 persen. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan memperkuat inklusi keuangan di seluruh Indonesia.