Setapak Langkah – 18 Juni 2026 | Pelatih nasional Portugal, Roberto Martinez, membela keputusannya mempertahankan Cristiano Ronaldo selama 90 menit penuh dalam pertandingan grup Piala Dunia 2026 melawan Republik Demokratik Kongo. Pertandingan yang berlangsung pada 18 Juni 2026 di Stadion NRG, Houston, berakhir dengan hasil imbang 1-1, meninggalkan pertanyaan mengapa sang kapten tidak digantikan saat tim tampak kesulitan mencetak gol.
Martinez menegaskan bahwa keputusan tersebut “tidak masuk akal” bila dipertimbangkan dari sudut taktik. Menurutnya, Ronaldo masih memiliki peran kunci dalam menciptakan peluang, memimpin lini serang, serta memberikan dorongan mental bagi rekan‑rekannya. Berikut beberapa alasan yang diungkap pelatih Portugal:
- Pengalaman dan kepemimpinan: Ronaldo memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di panggung internasional, yang dapat menstabilkan tim dalam situasi tertekan.
- Kemampuan menembus pertahanan: Meskipun tidak mencetak gol dalam pertandingan itu, Ronaldo terus melakukan pergerakan yang menimbulkan ruang bagi pemain sayap dan gelandang.
- Motivasi tim: Mengeluarkan pemain senior sebelum akhir pertandingan dapat menurunkan semangat pemain muda yang masih menyesuaikan diri.
Namun, keputusan Martinez tak lepas dari kritik. Beberapa pengamat menyatakan bahwa Portugal seharusnya memberikan lebih banyak waktu bermain kepada pemain muda seperti Joao Felix atau Rafael Leao, yang menunjukkan kebugaran dan kecepatan lebih tinggi. Kritik lain menyoroti bahwa Ronaldo pada usia 41 tahun tidak lagi memiliki kecepatan eksplosif yang dibutuhkan untuk memecah pertahanan tim lawan yang menekan.
Statistik pertandingan menunjukkan Portugal menguasai bola sebesar 54% dan menciptakan tiga peluang jelas, namun hanya satu di antaranya berhasil diubah menjadi gol oleh Joao Cancelo pada menit ke‑27. Republik Demokratik Kongo menyeimbangkan kedudukan pada menit ke‑68 lewat gol tunggal dari striker mereka, memaksa Portugal tetap mencari gol penyeimbang hingga peluit akhir.
Martinez menutup dengan menegaskan bahwa keputusan taktis selalu bersifat dinamis dan harus diambil berdasarkan kondisi lapangan saat itu. Ia menambahkan, “Kami percaya pada kualitas Ronaldo, dan keputusan untuk tidak menggantikannya adalah bagian dari strategi jangka panjang menjelang fase knockout. Kami akan mengevaluasi performa semua pemain untuk pertandingan berikutnya.”