Setapak Langkah – 08 Juni 2026 | Ritual memandikan patung Buddha, atau yang dikenal dengan istilah “Yu Fo”, kembali digelar di Vihara Vajra Bumi, Jakarta, pada pekan ini. Upacara ini melibatkan umat Buddha dari Indonesia dan Taiwan, sekaligus menjadi sarana simbolik untuk membersihkan diri secara spiritual.
Upacara dimulai dengan pemaparan makna filosofi. Air yang mengalir melambangkan pembersihan dosa dan kotoran batin, sementara suara mantra menegaskan niat suci para peserta. Seluruh proses berlangsung selama kurang lebih satu jam, di mana patung Buddha yang terletak di altar utama secara perlahan dibasuh menggunakan air suci yang telah diberkati.
- Persiapan: Penyucian area dan penataan altar oleh para bhikkhu.
- Pembacaan mantra: Dibacakan oleh pemimpin upacara untuk memanggil energi positif.
- Pencurian patung: Patung Buddha diletakkan di atas nampan khusus, kemudian disiram air sambil diputar perlahan.
- Doa bersama: Semua umat mengucapkan niat pembersihan diri masing‑masing.
- Penutup: Air sisa dibuang ke sungai suci sebagai simbol pelepasan.
Berikut ringkasan data penting mengenai ritual kali ini:
| Elemen | Detail |
|---|---|
| Tanggal | 12‑13 September 2024 |
| Lokasi | Vihara Vajra Bumi, Jakarta |
| Peserta | Umat Buddha Indonesia, delegasi dari Taiwan, bhikkhu, dan warga umum |
| Tujuan | Pembersihan diri, memperkuat ikatan antar‑umat, serta melestarikan tradisi Buddha |
Dengan melibatkan unsur air, mantra, dan kebersamaan, ritual memandikan patung Buddha menyiratkan pesan universal: setiap individu dapat memulai kembali perjalanan spiritualnya dengan hati yang bersih dan pikiran yang jernih.