Setapak Langkah – 09 Mei 2026 | Ribuan siswa sekolah menengah di Hamburg turun ke jalan untuk menentang rencana pemerintah Jerman mengaktifkan kembali wajib militer yang telah dihentikan sejak 2011.
- Menolak kebijakan yang dianggap melanggar hak kebebasan pribadi.
- Khawatir akan dampak sosial dan ekonomi bagi keluarga.
- Menganggap kebijakan tidak relevan dengan tantangan keamanan modern.
Para siswa menyatakan bahwa mereka lebih memilih layanan sipil atau kontribusi non‑militer dalam bidang teknologi dan bantuan kemanusiaan. Mereka menuntut pemerintah untuk mengkaji kembali keputusan tersebut melalui dialog terbuka dengan generasi muda.
Pihak berwenang menyatakan bahwa keputusan reaktualisasi wajib militer merupakan respon terhadap situasi geopolitik yang berubah, terutama ketegangan di Eropa Timur. Pemerintah menegaskan bahwa proses ini akan dilaksanakan secara sukarela pada tahap awal, namun tetap membuka opsi wajib bagi semua warga negara berusia 18 tahun.
Serangkaian aksi serupa juga dilaporkan di kota‑kota lain, seperti Berlin dan Munich, menunjukkan bahwa isu ini menjadi perdebatan nasional. Sementara itu, organisasi hak asasi manusia menilai bahwa kebijakan tersebut perlu mempertimbangkan standar internasional tentang hak sipil.
Demonstrasi di Hamburg berakhir setelah aparat keamanan menegakkan ketertiban dan memastikan tidak terjadi kerusakan properti yang signifikan. Para siswa kembali ke sekolah pada keesokan harinya dengan janji melanjutkan aksi melalui petisi dan kampanye daring.