Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Belarus menandatangani kesepakatan untuk menyusun Roadmap Pengembangan Area Kerja Sama Utama dalam periode 2026-2030. Kesepakatan ini diratifikasi dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung pada 15 Mei 2024 di Jakarta, dihadiri oleh Menteri Perdagangan Bahlil Lahadalia serta Duta Besar Belarus untuk Indonesia, Alexander Vasiliev.
Roadmap tersebut menargetkan peningkatan volume perdagangan bilateral sebesar 50 persen dalam lima tahun ke depan, dengan fokus pada sektor pertanian, energi terbarukan, teknologi informasi, serta pendidikan dan pelatihan tenaga kerja. Pemerintah Indonesia menyoroti potensi ekspor produk pertanian tropis, seperti kelapa sawit, karet, dan rempah-rempah, sementara Belarus menawarkan keahlian dalam produksi pupuk, peralatan pertanian, serta teknologi industri berat.
Berikut adalah lima bidang utama yang akan menjadi fokus kerjasama:
- Pertanian dan Agroindustri: Pengembangan proyek bersama dalam produksi benih unggul, teknologi irigasi, dan pemasaran hasil pertanian ke pasar Eropa Timur.
- Energi dan Sumber Daya Alam: Kolaborasi dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga biomassa serta transfer teknologi untuk efisiensi energi.
- Teknologi Informasi dan Komunikasi: Pertukaran pengetahuan dalam pengembangan sistem e‑commerce, keamanan siber, dan startup digital.
- Pendidikan dan Pelatihan: Pendirian beasiswa bersama, program magang, serta kurikulum bersama di bidang teknik pertanian dan energi.
- Investasi dan Perdagangan: Pembuatan zona ekonomi khusus yang memudahkan investasi lintas negara serta penyederhanaan prosedur bea cukai.
Para pejabat menekankan pentingnya mekanisme monitoring yang terstruktur, dengan pembentukan komite bilateral yang akan bertemu setiap tahun untuk meninjau pencapaian dan menyesuaikan prioritas. Duta Besar Belarus, Alexander Vasiliev, menyatakan, “Kerja sama ini bukan sekadar perjanjian tertulis, melainkan komitmen jangka panjang yang akan memperkuat posisi kedua negara dalam jaringan perdagangan global.”
Secara historis, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Belarus masih berada pada tahap awal, dengan nilai pertukaran barang mencapai US$150 juta pada tahun 2023. Dengan roadmap baru ini, kedua negara berharap dapat memperluas pasar, meningkatkan transfer teknologi, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat masing‑masing.
Implementasi roadmap akan dimulai pada kuartal pertama 2026, setelah penyusunan dokumen teknis selesai pada akhir 2025. Pemerintah Indonesia menargetkan penciptaan minimal 10.000 lapangan kerja baru melalui proyek-proyek bersama, sementara Belarus berencana menginvestasikan sekitar US$200 juta dalam sektor pertanian dan energi di Indonesia.