Setapak Langkah – 30 Maret 2026 | PT PLN (Persero) mencatat rekor tertinggi dalam penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada periode H+2 Idulfitri 1447 Hijriah (29 Maret 2026). Pada hari Senin, 23 Maret 2026, total transaksi pengisian kendaraan listrik mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh. Angka ini merupakan peningkatan 4,15 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ketika tercatat 4.360 transaksi dan 103.010 kWh.
Faktor Penyumbang Lonjakan
Berbagai faktor mendorong tercapainya angka historis tersebut. Musim mudik Lebaran menambah volume perjalanan jarak jauh, sementara adopsi kendaraan listrik (EV) di Indonesia terus menguat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menilai bahwa pertumbuhan transaksi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian yang semakin andal.
“Dibandingkan dengan tahun kemarin, memang belum semasif sekarang. Ini terjadi karena industri mobil listrik belum sebaik sekarang. Tetapi tidak akan mungkin mobil listrik banyak kalau infrastruktur SPKLU-nya tidak kita bangun,” ujar Bahlil dalam kunjungan ke SPKLU Rest Area KM 519B, Sragen, Jawa Tengah.
Ekspansi Infrastruktur SPKLU
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa peningkatan kuantitas dan kualitas SPKLU menjadi kunci utama. Hingga kini, PLN bersama mitra telah menyiapkan 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan jarak rata‑rata antar stasiun sekitar 22 km.
Khusus di jalur mudik utama—Trans Sumatra, Jawa, dan Bali—tersedia 1.681 unit SPKLU di 994 titik, baik di jalur tol maupun non‑tol. Jumlah ini naik sekitar 70 % dibandingkan Idulfitri tahun sebelumnya. Untuk mengantisipasi kebutuhan darurat, PLN menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile di titik‑titik strategis exit tol, didukung oleh ribuan personel yang ditempatkan selama periode siaga.
Inovasi Teknologi dan Layanan Digital
PLN tidak hanya menambah kuantitas, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan. Beberapa SPKLU telah diupgrade menjadi fast charging dan ultra fast charging, mempercepat proses pengisian daya. Di samping itu, ekosistem layanan digital semakin terintegrasi melalui aplikasi PLN Mobile, yang menyediakan fitur-fitur berikut:
- EVDS (Electric Vehicle Digital Services): memudahkan manajemen akun dan histori pengisian.
- Trip Planner: membantu pengguna merencanakan rute perjalanan dengan menampilkan lokasi SPKLU, ketersediaan konektor, dan estimasi waktu tunggu.
- AntreEV: menampilkan antrean pengisian secara real‑time, sehingga pengguna dapat mengoptimalkan waktu.
- EV‑TAP: sistem pembayaran berbasis kartu elektronik yang mempercepat proses transaksi di SPKLU jalur Trans Jawa.
Menurut Darmawan, kombinasi antara peningkatan kuantitas, adopsi teknologi fast charging, dan layanan digital ini menumbuhkan rasa percaya pengguna EV, terutama untuk perjalanan jauh selama mudik.
Data Transaksi dan Konsumsi Energi
| Parameter | H+2 Lebaran 2026 | Periode Sama 2025 |
|---|---|---|
| Jumlah Transaksi | 18.088 kali | 4.360 kali |
| Konsumsi Energi | 427.980 kWh | 103.010 kWh |
Data di atas menggambarkan pertumbuhan eksponensial dalam penggunaan SPKLU selama periode mudik, sekaligus menandakan potensi pasar EV yang masih luas di Indonesia.
Secara keseluruhan, pencapaian rekor ini tidak hanya menjadi bukti keberhasilan strategi ekspansi infrastruktur PLN, tetapi juga menegaskan pergeseran pola mobilitas masyarakat ke arah kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Dengan dukungan kebijakan pemerintah, investasi infrastruktur, dan inovasi layanan digital, prospek adopsi EV di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat dalam tahun‑tahun mendatang.