Setapak Langkah – 18 Mei 2026 | Musim panas membawa suhu tinggi yang membuat ruangan terasa tidak nyaman. Pendingin ruangan (AC) menjadi solusi utama, namun penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan beban listrik berlebih dan dampak kesehatan.
Berbagai lembaga energi merekomendasikan suhu antara 24°C hingga 26°C sebagai titik optimal. Pada rentang ini, suhu udara cukup sejuk untuk mengurangi rasa gerah, sekaligus menjaga konsumsi listrik pada level yang wajar.
Berikut manfaat utama menjaga suhu AC pada kisaran tersebut:
- Kenyamanan: Suhu 24-26°C memberikan kesejukan tanpa membuat kulit terasa terlalu kering.
- Efisiensi energi: Setiap kenaikan 1°C dapat mengurangi penggunaan listrik hingga 6-7%.
- Kesehatan: Menghindari suhu terlalu rendah mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan dan iritasi mata.
Untuk memaksimalkan performa AC, konsumen dapat menerapkan langkah-langkah berikut:
- Gunakan mode “dry” atau “eco” bila tersedia.
- Pastikan filter bersih; bersihkan minimal sebulan sekali.
- Tutup tirai atau gorden pada siang hari untuk mengurangi panas masuk.
- Matikan AC sesaat saat tidak ada orang di ruangan, gunakan timer atau sensor kehadiran.
- Set suhu pada 25°C sebagai standar, sesuaikan satu derajat bila diperlukan.
Berikut contoh perkiraan konsumsi listrik pada tiga setting suhu umum:
| Suhu (°C) | Perkiraan Konsumsi Listrik (kWh/24 jam) |
|---|---|
| 22 | 3,2 |
| 24 | 2,7 |
| 26 | 2,3 |
Dengan mengatur suhu AC pada rentang yang disarankan, pengguna tidak hanya menikmati kenyamanan maksimal, melainkan juga berkontribusi pada pengurangan beban listrik nasional dan menjaga kesehatan keluarga.