Setapak Langkah – 29 Juni 2026 | Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa praktik buang air besar sembarangan (BABS) masih menjadi masalah serius di ibu kota meski sudah tahun 2026. Ia menilai fenomena tersebut mencerminkan kurangnya disiplin publik dan penegakan regulasi kebersihan.
Latihan kebersihan yang masih kurang
| Tahun | Jumlah Insiden BABS |
|---|---|
| 2023 | 3.700 |
| 2024 | 3.600 |
| 2025 | 3.500 |
Faktor penyebab utama
- Keterbatasan fasilitas toilet umum yang bersih dan terawat.
- Kurangnya sosialisasi tentang pentingnya kebersihan lingkungan.
- Penegakan hukum yang belum konsisten.
Langkah yang diusulkan Rano Karno
Rano Karno mengusulkan serangkaian kebijakan untuk mengurangi praktik BABS, antara lain:
- Peningkatan jumlah toilet publik dengan sistem pemeliharaan rutin.
- Penerapan denda administratif bagi pelaku yang ketahuan melakukan BABS.
- Kampanye edukasi massal melalui media sosial, sekolah, dan lembaga keagamaan.
- Kolaborasi dengan komunitas lokal untuk melakukan patroli kebersihan.
Ia menekankan bahwa perubahan perilaku harus didukung oleh kebijakan yang tegas serta partisipasi aktif masyarakat. “Kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama. Jika kita tidak menjaga lingkungan, kualitas hidup warga akan terus menurun,” ujar Rano Karno dalam konferensi pers di kantor Gubernur DKI Jakarta.
Pemerintah provinsi berjanji akan mengawasi pelaksanaan program tersebut dan menyiapkan anggaran khusus untuk pembangunan dan perawatan fasilitas sanitasi publik dalam dua tahun ke depan.