Setapak Langkah – 21 Juli 2026 | Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago resmi meraih gelar doktor pada Program Doktor Ilmu Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Upacara wisuda yang dihadiri oleh akademisi, pejabat, dan rekan-rekan profesional menandai puncak perjalanan akademik yang dimulai sejak ia menempuh studi magister pada tahun 2012.
Prestasi ini bukan sekadar simbol kebanggaan pribadi, melainkan juga memberi bobot lebih pada wacana politik yang selama ini ia kembangkan. Dalam pidatonya, Chaniago menyoroti pentingnya memperkuat kualitas riset kebijakan publik serta mengintegrasikan temuan ilmiah ke dalam praktik politik.
Setelah menyelesaikan disertasi yang berjudul “Model Partisipasi Politik Multi‑Dimensi di Era Digital”, ia memperkenalkan sebuah kerangka kerja baru yang disebut “Model Koordinasi Partai‑Masyarakat”. Model ini menekankan tiga pilar utama:
- Kolaborasi lintas partai: Mendorong partai politik untuk bekerja sama dalam agenda kebijakan yang bersifat non‑ideologis.
- Partisipasi berbasis data: Menggunakan survei dan analisis big data untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan warga.
- Transparansi keputusan: Membuka proses pembuatan kebijakan kepada publik melalui platform digital.
Selain itu, Chaniago mengupas fenomena “split ticket voting” yang belakangan kerap muncul dalam pemilihan umum Indonesia. Split ticket voting mengacu pada praktik pemilih yang memilih calon legislatif dari satu partai, namun memilih calon eksekutif (presiden atau gubernur) dari partai lain. Ia menjelaskan bahwa fenomena ini muncul karena:
- Kekosongan kepercayaan terhadap partai tunggal.
- Perbedaan prioritas antara isu nasional dan daerah.
- Ketersediaan informasi yang lebih luas melalui media sosial.
Model Koordinasi Partai‑Masyarakat yang diusulkan Chaniago bertujuan menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan struktur kolaboratif yang memungkinkan partai‑partai berbeda tetap berkontribusi pada agenda nasional meski pemilih mengadopsi split ticket voting. Ia mengajak akademisi, praktisi politik, serta organisasi masyarakat sipil untuk menguji model ini dalam pilot project pada pemilihan daerah yang akan datang.
Dengan gelar doktor di tangannya, Pangi Syarwi Chaniago berharap dapat memperkuat peran riset dalam perencanaan politik Indonesia, sekaligus membuka ruang bagi inovasi pemilihan yang lebih responsif terhadap keinginan rakyat.