Setapak Langkah – 19 Juli 2026 | Frank Alexander, putra sulung pengacara senior Hotman Paris, menimbulkan kehebohan setelah secara terbuka mengkritik ayahnya di media sosial. Sindiran tersebut muncul tak lama setelah Hotman diumumkan menjadi kuasa hukum Febrie Adriansyah, seorang pengusaha yang tengah terjerat kasus dugaan korupsi dan sengketa bisnis.
Hotman Paris, yang dikenal dengan reputasinya sebagai pembela hak-hak klien kelas atas, menerima penunjukan sebagai kuasa hukum Febrie pada awal pekan ini. Penunjukan itu menimbulkan pertanyaan publik karena Febrie Adriansyah sedang berada dalam proses penyidikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Beberapa pengamat menilai kasus ini berpotensi menambah dimensi politik pada karier hukum Hotman.
Frank menyampaikan rasa tidak puasnya melalui sebuah unggahan singkat yang menyertakan foto ayahnya bersama majelis hakim. Dalam teksnya, ia menulis bahwa menjadi pengacara bagi orang yang tengah diselidiki tidak sejalan dengan nilai-nilai keadilan yang selama ini dipromosikan keluarganya. Frank menambahkan bahwa keputusan tersebut dapat mencoreng citra keluarga dan menimbulkan konflik kepentingan.
Reaksi Hotman tidak lama setelah itu. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, ia menegaskan bahwa pilihan profesionalnya didasarkan pada prinsip hak untuk mendapatkan pembelaan hukum yang adil, tanpa memandang status atau tuduhan. Hotman juga menyatakan bahwa kritik internal keluarga tidak seharusnya dijadikan ajang publik, namun ia menghargai kebebasan berpendapat anaknya.
- Frank menyoroti potensi konflik kepentingan antara peran ayahnya dan kasus Febrie.
- Hotman menegaskan prinsip legalitas dan hak membela.
- Keluarga Paris tampak terpecah antara dukungan profesional dan nilai moral.
Berikut rangkaian kronologis peristiwa yang terjadi selama tiga hari terakhir:
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 7 Juli 2024 | Hotman Paris resmi ditunjuk sebagai kuasa hukum Febrie Adriansyah. |
| 8 Juli 2024 | Frank Alexander mengunggah sindiran terhadap ayahnya di media sosial. |
| 9 Juli 2024 | Hotman memberikan klarifikasi resmi melalui konferensi pers di Jakarta. |
Kasus ini menambah dinamika hubungan pribadi dan profesional dalam lingkaran hukum Indonesia. Sementara Hotman berupaya menjaga independensi profesionalnya, Frank mengingatkan publik akan pentingnya konsistensi nilai etika dalam setiap keputusan hukum.