Setapak Langkah – 26 Mei 2026 | Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan dalam rangka Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus menunjukkan dampak positif bagi peserta yang menderita penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Tujuan utama Prolanis
Prolanis dirancang untuk menurunkan komplikasi, meningkatkan kualitas hidup, serta menekan biaya pengobatan jangka panjang melalui pemantauan rutin, edukasi gaya hidup, dan pemberian obat secara terjangkau.
Fasilitas yang diberikan
- Pemeriksaan kesehatan berkala di fasilitas pelayanan primer.
- Konseling gizi dan aktivitas fisik.
- Pengelolaan obat dengan subsidi BPJS.
- Kelompok pendukung pasien untuk saling berbagi pengalaman.
Implementasi di wilayah Batam
Di Batam, tim Prolanis bekerja sama dengan puskesmas lokal untuk menjangkau lebih dari 5.000 peserta. Setiap bulan, peserta diwajibkan mengikuti kontrol tekanan darah, kadar gula darah, dan berat badan. Data hasil pemeriksaan langsung diunggah ke sistem digital BPJS, memungkinkan pemantauan real‑time oleh dokter spesialis.
Dampak yang terukur
| Indikator | Before Prolanis | After 1 Tahun |
|---|---|---|
| Persentase peserta dengan tekanan darah terkontrol | 45% | 78% |
| Persentase peserta dengan gula darah < 200 mg/dL | 52% | 81% |
| Rasio rawat inap karena komplikasi kronis | 12 per 1.000 | 5 per 1.000 |
Data tersebut menunjukkan penurunan signifikan pada komplikasi yang biasanya meningkatkan beban biaya rumah sakit.
Harapan ke depan
BPJS Kesehatan menargetkan peningkatan jumlah peserta Prolanis menjadi 30% dari total peserta JKN dalam lima tahun ke depan, dengan menambah fasilitas telemonitoring dan memperluas jaringan puskesmas mitra.