Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Pemerintah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap sistem tiket daring yang diterapkan pada destinasi wisata Gunung Bromo. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai efektivitas platform digital dalam mengelola kunjungan wisatawan, meningkatkan pendapatan daerah, serta mengurangi kepadatan di kawasan konservasi.
Acara monev dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2024 dan melibatkan perwakilan dari Biro Keuangan, Badan Pengelolaan Kawasan Bromo, serta sejumlah stakeholder terkait seperti operator tur dan komunitas lokal. Selama sesi, tim Disporapar memaparkan data kunjungan, tingkat pemesanan tiket online, serta kendala teknis yang muncul sejak peluncuran sistem pada awal 2024.
Berikut merupakan temuan utama yang diidentifikasi selama proses monitoring:
- Penurunan antrian manual di pintu masuk utama sebesar 45 % dibandingkan dengan periode pra‑digitalisasi.
- Peningkatan pendapatan tiket sebesar 18 % berkat mekanisme pembayaran elektronik yang lebih transparan.
- Masalah integrasi antara sistem pembayaran lokal dan bank nasional yang masih menyebabkan kegagalan transaksi pada 3,2 % transaksi.
- Kurangnya sosialisasi kepada wisatawan domestik, terutama yang tidak terbiasa menggunakan aplikasi daring, sehingga masih terjadi kebingungan di titik layanan.
- Permintaan tambahan fitur reservasi fasilitas pendukung seperti posko istirahat dan penyewaan peralatan pendakian.
Setelah mengidentifikasi tantangan tersebut, Disporapar mengusulkan langkah‑langkah perbaikan, antara lain:
- Pengembangan modul edukasi digital melalui media sosial dan video tutorial untuk mempermudah penggunaan tiket daring.
- Kolaborasi dengan penyedia layanan pembayaran untuk meningkatkan tingkat keberhasilan transaksi.
- Peningkatan jaringan internet di area pintu masuk utama guna mendukung akses real‑time.
- Integrasi sistem reservasi fasilitas pendukung dalam satu platform tiket.
- Pelatihan bagi petugas lapangan mengenai prosedur verifikasi tiket digital.
Para pejabat berharap bahwa implementasi rekomendasi ini akan memperkuat pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Gunung Bromo, sekaligus meningkatkan kepuasan pengunjung serta kontribusi ekonomi bagi masyarakat sekitar.