Setapak Langkah – 28 Maret 2026 | Jakarta – Pada Sabtu, 28 Maret 2026, kepolisian melalui Direktorat Lalu Lintas (Korlantas) Polri memproyeksikan puncak arus balik Lebaran gelombang kedua akan terjadi. Prediksi tersebut didasarkan pada data traffic counting yang menunjukkan volume kendaraan dari Jawa Tengah dan Jawa Barat ke arah Jakarta masih berada pada level terkendali hingga malam Jumat, 27 Maret.
Irjen Pol Agus Suryonugroho, Kepala Korlantas Polri, menjelaskan bahwa meskipun arus lalu lintas malam ini tidak terlalu tinggi, pihaknya tetap menyiagakan personel dan skema rekayasa lalu lintas. “Kami masih mempertahankan sistem one‑way tahap pertama dan kedua pada titik‑titik strategis, karena masih ada potensi lonjakan kendaraan pada dini hari atau pagi,” kata Agus di lokasi KM 48 Tol Jakarta‑Cikampek pada dini hari Sabtu.
Proyeksi Volume Kendaraan
PT Jasa Marga, operator utama jalan tol Trans‑Jawa, memperkirakan jumlah kendaraan yang menembus jalur menuju Jakarta dapat mencapai 250 ribu unit pada hari Sabtu dan meningkat menjadi 250 ribu hingga 300 ribu pada hari Minggu, 29 Maret. Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mencatat bahwa hingga pukul 06.00 WIB pada Jumat, sudah tercatat 2,3 juta kendaraan memasuki wilayah Jakarta, setara dengan 69% dari total proyeksi arus balik Lebaran 2026.
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar kendaraan telah menyelesaikan perjalanan pulang kampung, namun masih tersisa beban signifikan pada akhir pekan. Rest area di sepanjang Tol Jakarta‑Cikampek, khususnya di KM 62B dan KM 52B, menjadi titik rawan kepadatan. Oleh karena itu, Jasa Marga menerapkan kebijakan buka‑tutup rest area untuk mengurangi antrean dan mendorong pengendara mencari alternatif fasilitas sebelum berhenti.
Langkah-Langkah Pengaturan Lalin
- One‑way tahap pertama dan kedua tetap berlaku pada malam Jumat hingga dini hari Sabtu, mencakup ruas‑ruas kritis di Tol Trans‑Jawa.
- Jika terjadi lonjakan kendaraan, Korlantas siap memperpanjang rekayasa menjadi one‑way nasional, mencakup kilometer 414 hingga kilometer 70.
- Penyesuaian satu arah dapat beralih ke tahap tiga, tergantung pada real‑time data kendaraan pada pagi hari.
- Personel polisi akan ditempatkan di pos‑pos strategis untuk mengatur arus masuk dan keluar kota, serta memberikan arahan kepada pengguna jalan.
- Pengaturan rest area dengan sistem buka‑tutup serta informasi digital mengenai ketersediaan tempat parkir akan disebarluaskan melalui aplikasi resmi.
Pemerintah juga mengeluarkan edaran yang mendorong skema kerja fleksibel (Work From Anywhere) mulai 25 hingga 27 Maret, memberi kesempatan bagi pekerja untuk menyesuaikan jadwal pulang kampung dan mengurangi beban puncak pada akhir pekan.
Secara keseluruhan, kesiapan Korlantas dan Jasa Marga mencerminkan upaya terkoordinasi antara aparat keamanan, pengelola infrastruktur, dan kebijakan pemerintah untuk memastikan kelancaran arus balik sekaligus meminimalkan potensi kemacetan yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial di ibu kota.
Pengendara diimbau untuk memantau informasi lalu lintas secara real‑time, memanfaatkan fasilitas rest area secara bijak, serta mematuhi arahan petugas di lapangan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan puncak arus balik gelombang kedua dapat dikelola secara efektif tanpa menimbulkan gangguan signifikan.