Setapak Langkah – 29 Maret 2026 | Berbagai praktisi pendidikan menilai bahwa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Tata Kelola Pendidikan Tunas memiliki potensi besar untuk memperkuat perlindungan dan pengembangan anak di Indonesia. Regulasi ini menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai moral, etika, dan karakter dalam proses belajar mengajar, sekaligus menegaskan peran serta lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pertumbuhan anak.
Berikut beberapa poin penting yang disorot oleh para praktisi:
- Perlindungan Hak Anak: PP menegaskan hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang inklusif, bebas diskriminasi, dan menjamin keamanan fisik serta psikologis selama proses belajar.
- Pembinaan Karakter: Kurikulum harus mengintegrasikan nilai-nilai seperti kejujuran, rasa hormat, kerja sama, dan tanggung jawab sebagai kompetensi dasar yang setara dengan kompetensi akademik.
- Peningkatan Kompetensi Guru: Pemerintah akan menyediakan program pelatihan berkelanjutan bagi guru untuk menguasai teknik pembelajaran berbasis nilai serta strategi pencegahan bullying.
- Pengawasan dan Evaluasi: Mekanisme audit internal dan eksternal akan diterapkan untuk memastikan setiap satuan pendidikan melaksanakan standar PP secara konsisten.
Beberapa tantangan yang diidentifikasi meliputi keterbatasan sumber daya di daerah terpencil, resistensi perubahan dari sebagian pihak, serta kebutuhan data yang akurat untuk memantau dampak regulasi. Untuk mengatasinya, para praktisi menyarankan beberapa langkah konkret:
- Pengalokasian dana khusus bagi sekolah di wilayah kurang mampu untuk pelatihan guru dan pengadaan materi pembelajaran nilai.
- Pembentukan forum kolaboratif antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta guna mendukung program nilai-nilai karakter.
- Penerapan sistem pelaporan anonim yang memudahkan siswa melaporkan kasus bullying atau pelanggaran hak.
- Pengembangan platform digital untuk berbagi best practice dan sumber belajar berbasis nilai secara nasional.
Secara keseluruhan, para praktisi sepakat bahwa keberhasilan PP Tunas sangat bergantung pada sinergi antara kebijakan, implementasi di lapangan, dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan. Jika dijalankan dengan konsisten, regulasi ini dapat menjadi landasan kuat dalam melindungi masa depan anak, sekaligus menyiapkan generasi yang berkarakter dan siap bersaing di era global.