Setapak Langkah – 11 Mei 2026 | Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Muhammad Ali, menegaskan bahwa seluruh anggota awak Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Canopus akan menunaikan program pelatihan intensif di Eropa sebelum resmi bertugas.
Program pelatihan yang berlangsung selama tiga minggu ini meliputi simulasi taktis, operasi kapal selam, serta prosedur penanggulangan ancaman maritim modern. Para prajurit dipilih berdasarkan kriteria ketat, termasuk pengalaman operasional, kemampuan teknis, dan kesiapan mental.
Berikut rangkaian kegiatan utama yang dijalankan selama pelatihan:
- Simulasi manuver tempur menggunakan sistem digital terkini.
- Latihan penanganan senjata utama dan sistem pertahanan anti-pesawat.
- Penguasaan teknik navigasi dan komunikasi dalam lingkungan laut terbuka.
- Pengembangan keterampilan kerja sama tim lintas unit dan multinasional.
Seluruh proses dilaksanakan di pangkalan militer Eropa yang memiliki fasilitas pelatihan maritim paling mutakhir. Kerjasama ini didukung oleh pemerintah negara-negara mitra, yang memberikan akses ke peralatan berteknologi tinggi serta instruktur berpengalaman.
Setelah menyelesaikan pelatihan, prajurit akan kembali ke Indonesia untuk bergabung dengan KRI Canopus, kapal fregat kelas modern yang diharapkan menjadi tulang punggung operasi keamanan laut di wilayah perairan strategis. Penempatan awak yang terlatih diharapkan meningkatkan kemampuan operasional kapal serta memperkuat kedaulatan maritim negara.
Laksamana Muhammad Ali menambahkan bahwa investasi dalam pelatihan internasional merupakan bagian dari strategi jangka panjang TNI AL untuk menghadapi dinamika keamanan regional yang semakin kompleks.