Setapak Langkah – 08 April 2026 | Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mempertahankan kebijakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat berpendapatan rendah. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah gejolak harga energi global.
Beberapa poin utama yang disampaikan oleh Presiden antara lain:
- Subsidi BBM akan tetap difokuskan pada golongan masyarakat dengan penghasilan di bawah ambang batas tertentu.
- Pemerintah akan meningkatkan koordinasi dengan perusahaan migas untuk memastikan pasokan tetap stabil.
- Skema subsidi akan dipadukan dengan program efisiensi energi guna menurunkan beban fiskal dalam jangka panjang.
Berikut ini adalah perkiraan harga BBM sebelum dan sesudah penyesuaian subsidi yang direncanakan:
| Jenis BBM | Harga Sebelum | Harga Setelah |
|---|---|---|
| Pertamax | Rp10.500/liter | Rp10.500/liter |
| Pertalite | Rp9.500/liter | Rp9.500/liter |
| Solar | Rp7.500/liter | Rp7.500/liter |
Dengan mempertahankan harga BBM pada tingkat yang dapat dijangkau, diharapkan beban ekonomi rumah tangga terutama di daerah pedesaan tidak akan meningkat secara signifikan. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat menstimulasi sektor transportasi dan industri kecil yang sangat bergantung pada bahan bakar bersubsidi.
Presiden Prabowo menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau dinamika pasar energi dunia dan siap melakukan penyesuaian kebijakan bila diperlukan, namun prioritas utama tetap pada kesejahteraan rakyat kecil.