Setapak Langkah – 23 Juni 2026 | Juru bicara Presiden, Menteri Pertanian, atau pihak terkait lainnya menyoroti perlunya evaluasi terhadap peran Dewan Suaka Industri (DSI) dalam sektor sawit. Dalam pertemuan akhir pekan, Prabowo Subianto diminta meninjau kebijakan DSI agar tidak menambah beban pada tata niaga sawit.
Penilaian ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa regulasi yang terlalu ketat atau prosedur tambahan dapat menghambat distribusi produk sawit, meningkatkan biaya bagi petani, dan menurunkan daya saing industri di pasar internasional.
Berikut beberapa poin utama yang menjadi sorotan dalam permintaan evaluasi:
- Pengaruh DSI terhadap prosedur ekspor dan impor buah sawit.
- Potensi biaya tambahan bagi petani dan pelaku usaha kecil.
- Kesesuaian regulasi dengan standar perdagangan internasional.
- Dampak pada investasi domestik dan asing di sektor sawit.
Pihak pemerintah menekankan pentingnya melindungi kepentingan petani kecil, yang menjadi tulang punggung produksi sawit nasional. Diharapkan, hasil evaluasi dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih bersahabat, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta memastikan manfaat ekonomi yang lebih merata.
Jika rekomendasi tersebut diimplementasikan, diharapkan beban administrasi dapat ditekan, sehingga industri sawit dapat fokus pada peningkatan produktivitas, keberlanjutan lingkungan, dan peningkatan nilai tambah produk.