Setapak Langkah – 09 Juli 2026 | Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam sebuah pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, menekankan pentingnya upaya konkret untuk mengantarkan timnas Indonesia ke putaran final Piala Dunia.
Prabowo mengingatkan bahwa prestasi di level internasional bukan hanya soal kebanggaan nasional, melainkan juga dapat meningkatkan citra negara di mata dunia dan membuka peluang ekonomi melalui sponsor serta pariwisata olahraga.
Erick Thohir diminta menyusun rencana jangka pendek dan menengah yang mencakup peningkatan infrastruktur, pembinaan pemain muda, serta penataan kompetisi domestik agar dapat menghasilkan talenta yang siap bersaing di kancah global.
Beberapa langkah yang diusulkan meliputi:
- Peningkatan standar pelatihan dan sertifikasi pelatih berlisensi AFC.
- Pengembangan akademi sepak bola di setiap provinsi dengan dukungan pemerintah daerah.
- Kolaborasi dengan klub-klub internasional untuk program pertukaran pemain dan pelatih.
- Peningkatan kualitas liga domestik melalui regulasi keuangan yang lebih ketat.
- Penambahan kompetisi internasional tingkat U‑17, U‑20, dan U‑23 sebagai ajang pembuktian.
Selain itu, Prabowo menyoroti pentingnya peran sponsor dan investasi swasta dalam mendanai program-program tersebut, sekaligus meminta adanya transparansi pengelolaan dana agar dapat dipertanggungjawabkan publik.
Erick Thohir menanggapi dengan menyatakan komitmennya untuk menyusun roadmap yang realistis dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk klub, asosiasi provinsi, serta lembaga pendidikan olahraga.
Jika rencana ini dapat diimplementasikan secara konsisten, harapan Prabowo adalah Indonesia dapat menembus fase kualifikasi Piala Dunia dalam siklus berikutnya, mengingat peningkatan performa timnas pada turnamen regional akhir-akhir ini.
Pengamat sepak bola menilai bahwa tantangan terbesar tetap pada kualitas pemain dan kompetisi domestik yang belum sebanding dengan standar Asia Timur. Namun, dukungan politik tinggi dapat menjadi katalisator perubahan jika didukung oleh kebijakan teknis yang tepat.