Setapak Langkah – 27 Juli 2026 | PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengumumkan bahwa Indonesia menghasilkan kelebihan hidrogen sebesar 125 ton setiap tahunnya. Dari total produksi 200 ton, hanya 75 ton yang dimanfaatkan untuk keperluan operasional, meninggalkan surplus yang signifikan.
Data ini menandakan potensi besar dalam sektor energi bersih, terutama mengingat peningkatan kebutuhan industri untuk bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Pemerintah dan sektor swasta kini dihadapkan pada peluang untuk mengoptimalkan penggunaan hidrogen tersebut, baik melalui pengembangan infrastruktur penyimpanan, distribusi, maupun aplikasi industri lainnya.
| Keterangan | Ton |
|---|---|
| Total produksi hidrogen | 200 |
| Hidrogen yang dipakai | 75 |
| Surplus hidrogen | 125 |
Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
- Peningkatan jaringan penyimpanan cair atau terkompresi.
- Pengembangan teknologi sel bahan bakar untuk transportasi dan industri.
- Kolaborasi riset antara lembaga pemerintah, universitas, dan perusahaan swasta.
- Inisiatif kebijakan insentif untuk mendorong adopsi hidrogen secara luas.
Dengan memanfaatkan surplus ini secara optimal, Indonesia dapat memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam pasar energi bersih global serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.