Setapak Langkah – 23 April 2026 | PT PLN (Persero) melalui anak perusahaan strategisnya, PLN Indonesia Power (PIP), mengumumkan rencana pembangunan proyek gas berbasis teknologi Solartech yang dijadwalkan mulai beroperasi pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat transisi energi nasional dan mencapai target 100 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo.
Proyek Solartech 2026 direncanakan berlokasi di kawasan industri strategis Jawa Barat dengan kapasitas terpasang sebesar 500 megawatt (MW). Menggunakan teknologi gas bersih yang dapat berintegrasi dengan sumber energi terbarukan, proyek ini diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan energi saat ini dan ambisi energi hijau ke depan.
Rencana Implementasi
| Tahap | Waktu | Aktivitas Utama |
|---|---|---|
| Studi Kelayakan | 2024 Q1‑Q2 | Pemetaan sumber gas, analisis dampak lingkungan, dan desain sistem integrasi PLTS |
| Pengadaan & Konstruksi | 2024 Q3‑2025 Q4 | Pembelian peralatan, pembangunan infrastruktur gas, dan instalasi panel surya |
| Uji Coba & Komisioning | 2026 Q1 | Pengujian operasional, optimasi kinerja, dan sertifikasi keamanan |
| Operasional penuh | 2026 Q2 | Mulai produksi listrik yang disalurkan ke jaringan PLN |
Dengan menggabungkan gas sebagai sumber penunjang, proyek ini dapat menjamin kestabilan pasokan listrik saat produksi surya berfluktuasi karena kondisi cuaca. Pada saat yang sama, penggunaan gas bersih mengurangi emisi karbon dibandingkan pembangkit berbahan bakar fosil tradisional.
Kontribusi terhadap Target 100 GW PLTS
Target 100 GW PLTS yang dicanangkan oleh Presiden menuntut percepatan pembangunan kapasitas surya lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian tahun-tahun sebelumnya. Solartech 2026, dengan kapasitas 0,5 GW, secara langsung menambah angka tersebut dan memberikan contoh model hybrid yang dapat direplikasi di wilayah lain.
- Menambah kapasitas terpasang PLTS nasional sebesar 0,5 GW.
- Menurunkan intensitas emisi CO₂ sebesar sekitar 0,35 juta ton per tahun.
- Meningkatkan keandalan jaringan listrik dengan dukungan gas bersih sebagai back‑up.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Budi Santoso, menegaskan bahwa proyek ini merupakan bukti komitmen perusahaan dalam mendukung agenda energi bersih pemerintah. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan sektor swasta, lembaga riset, dan komunitas lokal akan menjadi kunci keberhasilan implementasi.
Secara keseluruhan, tancap gas di Solartech 2026 tidak hanya memperkuat fondasi energi nasional tetapi juga mempercepat pencapaian target ambisius 100 GW PLTS. Jika berhasil, model ini dapat menjadi referensi bagi proyek serupa di seluruh kepulauan, mempercepat transisi Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.