histats

PLN EPI Ungkap Potensi Besar CBG dari Limbah Sawit untuk Pangkas Emisi 14 Juta Ton

Setapak Langkah – 15 Juni 2026 | Perusahaan Listrik Negara (PLN) melalui unit bisnis Energy & Mineral (EPI) baru‑baru ini memaparkan potensi besar kompresi biogas (CBG) yang dapat dihasilkan dari limbah industri kelapa sawit. Menurut data internal, pemanfaatan limbah seperti tandan kosong (Empty Fruit Bunches/EFB), daun, dan buah sawit yang tidak terpakai dapat menghasilkan hingga jutaan ton CBG tiap tahun, cukup untuk mengurangi emisi karbon dioksida nasional hingga 14 juta ton.

CBG merupakan bahan bakar gas bersih yang dihasilkan melalui proses fermentasi anaerobik limbah organik, kemudian dikompresi sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik atau kendaraan berbahan bakar gas. Karena prosesnya menghasilkan sedikit atau bahkan tidak ada sulfur dan partikel, CBG dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.

Berikut beberapa poin penting yang disorot oleh PLN EPI:

  • Volume produksi potensial: Dengan mengolah seluruh limbah sawit nasional, estimasi produksi CBG mencapai sekitar 1,2 juta ton per tahun.
  • Pengurangan emisi: Setiap ton CBG dapat menghindari pembakaran bahan bakar fosil sebesar 2,5 ton CO₂, sehingga total potensi pemotongan emisi mencapai 14 juta ton.
  • Dukungan transisi energi: CBG dapat menjadi sumber energi terbarukan yang stabil, membantu Indonesia mencapai target bauran energi terbarukan 23% pada 2025.
  • Manfaat ekonomi lokal: Pengembangan fasilitas pengolahan limbah sawit menjadi CBG membuka peluang investasi di daerah pedesaan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan petani sawit.

PLN EPI menegaskan bahwa implementasi skala besar memerlukan kolaborasi lintas sektor, meliputi pemerintah, perusahaan perkebunan, serta lembaga keuangan. Pemerintah diharapkan dapat menyediakan insentif fiskal dan regulasi yang mempermudah pembangunan pabrik CBG, sementara perusahaan perkebunan perlu menyiapkan infrastruktur pengumpulan limbah secara terintegrasi.

Berikut contoh skema alur produksi CBG yang diusulkan:

Langkah Deskripsi
1. Pengumpulan limbah Limbah sawit dikumpulkan dari perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit.
2. Fermentasi anaerobik Limbah diolah dalam digester untuk menghasilkan biogas (metana & karbon dioksida).
3. Pemurnian Biogas dibersihkan dari kontaminan dan dipisahkan metana.
4. Kompresi Metana yang telah dimurnikan dikompresi menjadi CBG dengan tekanan tinggi.
5. Distribusi CBG dialirkan ke pembangkit listrik PLN atau stasiun pengisian bahan bakar kendaraan.

Dengan memanfaatkan limbah sawit secara optimal, PLN berharap tidak hanya mengurangi jejak karbon nasional, tetapi juga memperkuat ketahanan energi domestik. Penggunaan CBG dapat mengurangi ketergantungan pada impor gas alam, sekaligus menurunkan biaya operasional pembangkit listrik berbasis gas.

Secara keseluruhan, strategi CBG dari limbah sawit menjadi salah satu pilar penting dalam agenda dekarbonisasi Indonesia. Diharapkan, dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, kapasitas produksi CBG nasional dapat mencukupi kebutuhan sekitar 15% pasokan energi listrik, menjadikan limbah pertanian sebagai sumber energi bersih yang berkelanjutan.

Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.
Avatar for Setapak Langkah
Setapak Langkah Portal setapak langkah lahir untuk mengajak semua orang menikmati keindahan bumi pertiwi. Mulai dari Wisata alamnya yang manakjubkan, situs wisata sejarah yang penuh makna dan kuliner-kuliner nusantara yang nikmat rasanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *