Setapak Langkah – 23 Agustus 2026 | Setelah kebakaran melanda ratusan rumah adat Sade di Lombok, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta warga setempat memulai proses pembersihan material sisa api. Kebakaran yang terjadi pada akhir pekan lalu menimbulkan kerusakan signifikan pada struktur tradisional yang menjadi simbol budaya Sasak.
Tim pembersihan terdiri dari satuan-satuan TNI AD, Korps Polisi Reskrim, Dinas Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat, dan relawan masyarakat. Mereka bekerja secara bergantian selama dua shift untuk mengumpulkan puing-puing kayu terbakar, atap ijuk yang hancur, serta bahan-bahan lain yang terkontaminasi.
- Identifikasi area terdampak dan pemetaan rumah yang membutuhkan pemulihan.
- Pengumpulan puing dengan menggunakan alat berat ringan dan kereta dorong manual.
- Pemisahan material yang masih dapat dipulihkan dari yang harus dibuang.
- Pembersihan akhir menggunakan semprotan air bersih untuk menghilangkan sisa abu.
- Pengawasan keamanan agar tidak terjadi penyebaran api kembali.
Warga setempat menyatakan rasa prihatin sekaligus bangga atas respon cepat aparat. “Kami berharap rumah adat kami dapat bangkit kembali dan tetap menjadi kebanggaan generasi mendatang,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Upaya bersama ini tidak hanya bertujuan mengembalikan kondisi fisik rumah adat, tetapi juga menjaga kelangsungan identitas budaya Sasak yang menjadi daya tarik wisata budaya di Lombok.