Setapak Langkah – 23 Agustus 2026 | Pada hari kedelapan setelah gempa bumi berkekuatan magnitude 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan pendataan kerusakan rumah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memimpin proses verifikasi dan pencatatan, yang hingga kini menunjukkan total 53.971 rumah dalam kondisi rusak.
Gempa yang terjadi pada 10 Desember 2023 menimbulkan kerusakan luas, memaksa ribuan warga mengungsi dan menimbulkan kebutuhan mendesak akan bantuan material serta pemulihan infrastruktur. BNPB bekerja sama dengan pemerintah provinsi, kabupaten, serta lembaga kemanusiaan untuk mempercepat proses inventarisasi.
Berikut ringkasan data kerusakan rumah yang telah teridentifikasi:
| Kategori | Jumlah Rumah |
|---|---|
| Rusak Ringan | 27.845 |
| Rusak Sedang | 18.632 |
| Rusak Berat | 7.494 |
BNPB menargetkan penyelesaian pendataan secara menyeluruh dalam dua minggu ke depan. Langkah-langkah yang diambil meliputi:
- Penyebaran tim survei ke 28 kecamatan terdampak.
- Pemanfaatan teknologi citra satelit dan drone untuk mempercepat identifikasi kerusakan.
- Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam pendistribusian bantuan darurat.
- Penyusunan rencana rehabilitasi jangka panjang bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Selain upaya pendataan, pemerintah pusat telah menyalurkan dana bantuan sosial sebesar Rp 2,5 triliun untuk korban gempa, yang akan dialokasikan untuk perbaikan hunian, pemulihan mata pencaharian, serta pembangunan kembali infrastruktur publik.
Para korban diharapkan dapat kembali menempati rumah mereka setelah proses perbaikan selesai, sementara pemerintah terus memantau situasi lapangan untuk mengantisipasi potensi bahaya sekunder seperti tanah longsor.