Setapak Langkah – 20 Juni 2026 | Harga minyak mentah dunia mencatat kenaikan pada sesi perdagangan Jumat, 19 Juni 2024, setelah pertemuan damai yang direncanakan antara Amerika Serikat dan Iran di Swiss dibatalkan.
Penutupan harga Brent naik sekitar 1,6% menjadi $84,30 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 1,7% menjadi $80,10 per barel. Kenaikan ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap potensi ketegangan geopolitik yang kembali meningkat.
Berikut rangkuman pergerakan harga utama:
| Instrumen | Harga Penutupan | Perubahan |
|---|---|---|
| Brent | $84,30/bbl | +1,6% |
| WTI | $80,10/bbl | +1,7% |
Para analis menilai bahwa pembatalan perundingan menambah ketidakpastian pasokan minyak dari wilayah Timur Tengah, khususnya terkait potensi sanksi tambahan atau eskalasi konflik. Hal ini mendorong spekulan untuk kembali membeli kontrak berjangka, meningkatkan permintaan beli di pasar spot.
Selain faktor geopolitik, data permintaan global yang masih kuat pada kuartal pertama 2024 juga berkontribusi pada sentimen bullish. Ekonomi utama seperti Amerika Serikat dan China menunjukkan pemulihan konsumsi energi, meskipun pertumbuhan masih di bawah ekspektasi.
Pengamat pasar memperkirakan bahwa volatilitas harga minyak akan tetap tinggi selama proses diplomatik antara Washington dan Tehran masih belum menemukan titik temu. Jika pertemuan selanjutnya berhasil diadakan, kemungkinan harga akan kembali menurun seiring berkurangnya risiko geopolitik.