Setapak Langkah – 26 Mei 2026 | PT Pertamina EP bersama sejumlah pemerintah daerah mengumumkan inisiatif strategis untuk memperkuat ketahanan energi dan pangan Indonesia. Kolaborasi ini mencakup pengembangan infrastruktur energi, dukungan bagi petani, serta program edukasi.
Beberapa poin utama kolaborasi meliputi:
- Pembangunan jaringan depot bahan bakar di wilayah terpencil untuk memastikan pasokan energi yang stabil.
- Penyediaan subsidi dan bantuan teknis bagi petani dalam mengadopsi teknologi pertanian berkelanjutan.
- Pengembangan produksi biofuel berbasis bahan baku lokal, seperti kelapa sawit dan jagung.
- Pelatihan tenaga kerja lokal dalam pengelolaan fasilitas energi dan agrikultur modern.
- Penguatan rantai pasok pangan melalui integrasi logistik antara pelabuhan, terminal, dan pasar.
Kerjasama ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor energi dan meningkatkan kemandirian pangan. Pemerintah daerah yang terlibat, antara lain Provinsi Jawa Barat, Sumatera Barat, dan Kalimantan Selatan, akan mengalokasikan anggaran khusus serta memfasilitasi regulasi yang mendukung.
Selain itu, Pertamina EP menyiapkan program insentif bagi usaha kecil menengah (UKM) yang berperan dalam produksi bahan bakar nabati dan produk pangan olahan. Dengan skema pembiayaan lunak dan akses pasar, diharapkan UKM dapat meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan nasional.
Implementasi proyek diperkirakan akan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini, dengan target pencapaian jangka panjang berupa penurunan 15% impor bahan bakar dan peningkatan produksi pangan domestik sebesar 10% dalam lima tahun ke depan.