Setapak Langkah – 07 Mei 2026 | Kelompok bisnis utama di sektor semikonduktor menyatakan bahwa lonjakan permintaan chip yang terjadi baru-baru ini diproyeksikan akan berlanjut, meski terdapat tantangan dalam rantai pasokan akibat situasi geopolitik yang tidak menentu.
- Peningkatan produksi kendaraan listrik yang membutuhkan sensor dan modul kontrol canggih.
- Pertumbuhan layanan cloud serta kecerdasan buatan yang menuntut daya komputasi tinggi.
- Digitalisasi sektor industri tradisional yang mengadopsi otomasi dan IoT.
Di sisi lain, ketegangan politik internasional—termasuk pembatasan ekspor teknologi dan kebijakan proteksionis—menyulitkan alur bahan baku dan peralatan produksi. Meskipun begitu, perusahaan-perusahaan besar berupaya mengurangi risiko dengan diversifikasi pemasok dan investasi pada fasilitas produksi dalam negeri.
Berikut beberapa langkah strategis yang diambil oleh pelaku industri:
- Meningkatkan kapasitas pabrik di kawasan Asia Tenggara untuk memperpendek jarak distribusi.
- Menjalin kemitraan riset dengan universitas serta lembaga pemerintah untuk mengembangkan teknologi proses yang lebih efisien.
- Memperkuat rantai pasokan bahan baku kritis, seperti bahan kimia wafer, melalui kontrak jangka panjang.
Para eksekutif menegaskan bahwa meski kondisi geopolitik dapat menimbulkan fluktuasi jangka pendek, fundamental permintaan chip tetap solid karena pergeseran paradigma digital yang sudah berlangsung lama. Mereka menambahkan bahwa inovasi terus-menerus dalam desain chip dan penurunan biaya produksi akan menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar di tahun-tahun mendatang.