Setapak Langkah – 20 Juli 2026 | Pengamat politik Ayip Tayana menyampaikan keprihatinannya atas maraknya konten negatif yang menargetkan pribadi Presiden Prabowo Subianto di platform media sosial. Menurutnya, serangan-serangan tersebut melampaui batas kritik konstruktif dan beralih menjadi penghinaan personal.
Ayip menyoroti beberapa contoh umum, antara lain penyebutan istilah “narcissistic personality” serta komentar yang menjelekkan latar belakang keluarga dan karakter pribadi Prabowo. Ia menegaskan bahwa kritik yang sehat seharusnya berfokus pada kebijakan, program, atau tindakan publik, bukan menyerang identitas atau kepribadian seseorang.
Pengamat tersebut juga mengingatkan bahwa penggunaan bahasa yang merendahkan dapat memperparah polarisasi politik dan mengalihkan perhatian publik dari perdebatan substantif. Ia mengajak semua pihak—termasuk aktivis, jurnalis, dan netizen—untuk menjaga etika berpendapat serta menahan diri dari penyebaran ujaran yang bersifat pribadi.
Sebagai solusi, Ayip mengusulkan langkah-langkah berikut:
- Meningkatkan literasi digital sehingga pengguna dapat membedakan antara kritik berbobot dan penghinaan.
- Platform media sosial memperketat kebijakan moderasi terhadap konten yang mengandung serangan personal.
- Penguatan kode etik jurnalistik yang menekankan objektivitas dan penghormatan terhadap pribadi publik.
Ia berharap upaya bersama tersebut dapat menciptakan ruang wacana politik yang lebih sehat, di mana perdebatan berfokus pada isu-isu kebijakan dan kepentingan publik, bukan pada serangan pribadi yang tidak produktif.