Setapak Langkah – 04 Mei 2026 | LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) menegaskan bahwa penerima beasiswa S2 dan S3 harus melewati serangkaian pelatihan militer selama satu minggu di Lanud Halim, Jakarta, sebelum memulai studi lanjutan. Program ini dirancang untuk menumbuhkan ketahanan mental, kedisiplinan, serta nilai‑nilai karakter yang dianggap penting bagi calon pemimpin masa depan.
Pelatihan berlangsung selama tujuh hari, dimulai dari Senin hingga Minggu, dengan agenda yang mencakup:
- Briefing awal mengenai etika militer dan peran TNI dalam pembangunan nasional.
- Latihan fisik dasar, termasuk lari, push‑up, dan latihan kebugaran kelompok.
- Sesi simulasi situasi darurat dan taktik dasar yang menguji kemampuan pengambilan keputusan cepat.
- Workshop kepemimpinan yang melibatkan permainan peran, diskusi kelompok, dan latihan membangun tim.
- Pelatihan mental melalui teknik pernapasan, meditasi, dan pengelolaan stres.
- Pengenalan nilai‑nilai kebangsaan, integritas, dan loyalitas melalui cerita sejarah TNI.
Sejumlah penerima beasiswa menyatakan bahwa pengalaman seminggu bersama TNI memberikan perspektif baru tentang disiplin dan kerja keras. Salah satu peserta, yang akan melanjutkan studi S2 di bidang ekonomi, mengaku, “Meskipun berat, pelatihan ini mengajarkan saya pentingnya konsistensi dan semangat pantang menyerah, yang akan sangat berguna di bangku kuliah.”
Setelah menyelesaikan program di Lanud Halim, peserta kembali ke kota asal masing‑masing untuk memulai pendidikan pascasarjana mereka. Diharapkan, bekal mental dan karakter yang didapatkan selama pelatihan dapat meningkatkan kualitas kontribusi mereka bagi pembangunan bangsa, baik di sektor publik maupun swasta.