Setapak Langkah – 04 Juli 2026 | Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu (Pemkab) resmi membentuk karakter bagi 30 orang finalis program Abang None (Abnon) yang dipilih dari wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Pemkab untuk mengoptimalkan potensi kepemudaan melalui pelatihan intensif, mentoring, serta penanaman nilai‑nilai kepemimpinan dan kreativitas.
Abang None adalah kompetisi berbasis media sosial yang menyoroti kreativitas dan kepedulian sosial peserta. Dari ribuan pendaftar, 30 finalis terpilih melalui serangkaian seleksi ketat, meliputi penilaian konsep, dampak sosial, dan kemampuan berkomunikasi.
Tujuan pembentukan karakter
- Meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan kolaborasi di kalangan pemuda.
- Menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial terhadap lingkungan dan komunitas setempat.
- Memberdayakan ide-ide inovatif untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Seribu.
- Menguatkan jaringan antar‑pemuda dari Jakarta dan Kepulauan Seribu.
Program pelatihan yang dirancang selama tiga bulan meliputi modul kepemimpinan, manajemen proyek, teknik presentasi, serta workshop seni dan budaya lokal. Setiap finalis akan dibimbing oleh mentor berpengalaman dari lembaga pemerintah, perguruan tinggi, dan praktisi industri.
Dalam sambutannya, Bupati Kepulauan Seribu, Dr. H. Abdul Hakim, menekankan pentingnya program ini sebagai “jembatan penghubung” antara potensi kreatif pemuda dengan kebutuhan pembangunan daerah. Ia menambahkan, “Dengan membentuk karakter yang kuat, kami berharap para finalis dapat menjadi agen perubahan yang menginspirasi komunitas mereka masing‑masing.”
Selain pelatihan, finalis juga diberikan kesempatan untuk mengimplementasikan proyek sosial di masing‑masing wilayah. Contohnya, salah satu finalis berencana mengadakan kampanye kebersihan pantai, sementara yang lain akan memfasilitasi program literasi digital bagi anak‑anak di pulau‑pulau kecil.
Program ini diharapkan selesai pada akhir September 2024, dengan penyerahan sertifikat dan publikasi hasil proyek kepada publik. Keberhasilan inisiatif ini akan menjadi indikator penting dalam menilai efektivitas kebijakan pemuda Pemkab kedepan.