Setapak Langkah – 09 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian mengumumkan rencana penyediaan sekitar 280 juta batang bibit kakao dan kelapa. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor perkebunan, meningkatkan produksi dalam negeri, serta membuka lapangan kerja baru bagi petani.
Rincian target bibit dibagi menjadi dua komoditas utama:
- 150 juta batang bibit kakao
- 130 juta batang bibit kelapa
Pendistribusian bibit akan difokuskan ke 34 provinsi yang memiliki potensi perkebunan, terutama daerah-daerah yang selama ini menjadi sentra produksi kakao dan kelapa.
Manfaat yang diharapkan meliputi:
- Peningkatan hasil panen per hektar
- Peningkatan ekspor kakao dan kelapa Indonesia
- Peningkatan pendapatan petani dan kesejahteraan pedesaan
Implementasi program melibatkan beberapa lembaga, antara lain Kementerian Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), serta Lembaga Pengembangan Perkebunan (LP2K). Jadwal pelaksanaan direncanakan mulai tahun 2024 hingga akhir 2027.
| Jenis Bibit | Jumlah (juta batang) |
|---|---|
| Kakao | 150 |
| Kelapa | 130 |
Anggaran yang dialokasikan mencapai beberapa triliun rupiah, mencakup pembiayaan produksi bibit, pelatihan petani, serta fasilitas pendukung di lapangan. Pemerintah juga menyoroti tantangan seperti perubahan iklim, serangan hama, dan kebutuhan peningkatan kompetensi petani.
Dengan dukungan kebijakan yang kuat, diharapkan program ini dapat mempercepat transformasi sektor perkebunan Indonesia menjadi lebih produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing di pasar global.