Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Wakil Perdana Menteri Kamboja, Sun Chanthol, menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk menindak tegas jaringan penipuan daring yang telah menggerogoti kepercayaan investor dan wisatawan. Dalam konferensi pers yang diadakan pada hari Senin, Sun Chanthol menjelaskan langkah-langkah strategis yang akan diambil, mulai dari penegakan hukum yang lebih ketat hingga kerja sama internasional.
Penipuan daring, khususnya yang menyasar sektor pariwisata dan investasi, telah menimbulkan kerugian mencapai miliaran dolar dalam lima tahun terakhir. Data resmi Kementerian Ekonomi menunjukkan peningkatan kasus sebesar 37% pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya.
- Pembentukan unit khusus anti‑fraud dalam badan keamanan siber nasional.
- Kerjasama dengan platform e‑commerce dan penyedia layanan pembayaran untuk memblokir akun palsu.
- Peningkatan pelatihan bagi aparat penegak hukum mengenai teknik kejahatan siber.
- Penyuluhan publik melalui kampanye media tentang cara mengenali tawaran investasi palsu.
Berikut ini adalah ringkasan target yang ingin dicapai dalam tiga tahun ke depan:
| Tahun | Target Pengurangan Kasus | Inisiatif Utama |
|---|---|---|
| 2024 | Pengurangan 15% | Pembentukan unit anti‑fraud |
| 2025 | Pengurangan 30% | Integrasi data lintas lembaga |
| 2026 | Pengurangan 50% | Kerjasama regional ASEAN |
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat memulihkan kepercayaan investor asing serta meningkatkan arus wisatawan yang selama ini terhambat oleh persepsi negatif. Pemerintah Kamboja juga menyiapkan insentif bagi perusahaan teknologi yang membantu memonitor dan melaporkan aktivitas mencurigakan.
Para pengamat ekonomi menilai bahwa upaya pemberantasan penipuan daring ini tidak hanya berpotensi meningkatkan pendapatan sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat posisi Kamboja sebagai destinasi investasi yang aman dan transparan di kawasan Asia Tenggara.