Setapak Langkah – 08 Mei 2026 | Pengamat musik Indonesia, Wendi Putranto, baru-baru ini mengenang James F. Sundah, seorang musisi senior yang dikenal tidak hanya atas karya-karyanya yang legendaris, tetapi juga kepribadiannya yang hangat dan penuh kasih sayang terhadap musik serta sesama seniman.
James F. Sundah, yang telah menorehkan lebih dari lima dekade dalam dunia musik Tanah Air, dikenal sebagai pencipta lirik dan aransemen yang menyentuh hati. Beberapa lagu ciptaannya seperti “Bengawan Solo” dan “Kisah Klasik” menjadi bagian tak terpisahkan dari repertoar musik Indonesia dan terus dinyanyikan oleh generasi baru.
Sundah juga dikenal aktif dalam membimbing musisi muda. Ia sering mengadakan workshop, memberikan kritik konstruktif, dan berbagi pengalaman tentang proses kreatif. Banyak seniman muda yang menyebutkan bahwa bimbingan Sundah menjadi titik balik dalam karier mereka.
Selain karya-karya musik, James F. Sundah juga berperan dalam pelestarian musik tradisional Indonesia. Ia terlibat dalam proyek-proyek kolaboratif yang menggabungkan alat musik tradisional dengan aransemen modern, sehingga warisan budaya tetap relevan di era digital.
Penghargaan-penghargaan yang diterima Sundah, antara lain Anugerah Musik Indonesia dan penghargaan kebudayaan dari pemerintah, mencerminkan kontribusinya yang luar biasa. Namun, menurut Wendi Putranto, warisan terbesar Sundah adalah sikap ramahnya yang selalu menyambut setiap orang dengan senyum dan semangat berbagi.
Dengan meninggalnya James F. Sundah, dunia musik Indonesia kehilangan seorang maestro, namun semangat dan nilai-nilai yang ia tanamkan akan terus hidup melalui generasi musisi berikutnya.