Setapak Langkah – 23 Juni 2026 | Mulai 1 Juli 2026, platform transportasi online Gojek dan Grab resmi menurunkan tarif komisi yang dibebankan kepada mitra pengemudi menjadi 8 persen. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya meningkatkan kesejahteraan para pengemudi ojek online (ojol).
Berikut poin‑poin utama kebijakan tersebut:
- Tarif komisi baru: 8 % dari total pendapatan setiap transaksi, menggantikan tarif sebelumnya yang berkisar antara 10‑15 % tergantung pada jenis layanan.
- Mulai berlaku: 1 Juli 2026, dengan masa transisi selama satu bulan bagi mitra yang masih menggunakan tarif lama.
- Tujuan: Menambah pendapatan bersih mitra, mengurangi beban biaya operasional, serta menstimulasi pertumbuhan ekosistem transportasi online.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari program nasional untuk memperkuat perlindungan sosial pekerja di sektor digital. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau pelaksanaan kebijakan ini melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Reaksi awal dari komunitas mitra ojol cukup positif. Banyak yang menyatakan bahwa penurunan komisi akan meningkatkan margin keuntungan harian, terutama bagi pengemudi yang beroperasi di wilayah dengan tarif tinggi. Namun, beberapa pihak mengingatkan perlunya transparansi dalam perhitungan pendapatan dan kepastian bahwa penurunan komisi tidak akan diimbangi dengan kenaikan biaya lain.
Pihak Gojek dan Grab menyatakan akan menyediakan dashboard khusus untuk menampilkan rincian komisi secara real‑time, sehingga mitra dapat memantau pendapatan mereka dengan lebih jelas. Kedua platform juga berjanji akan meluncurkan program pelatihan keuangan bagi mitra guna memaksimalkan manfaat dari tarif komisi yang lebih rendah.
Secara makro, penurunan komisi diharapkan dapat meningkatkan daya beli mitra ojol, yang pada gilirannya dapat berdampak pada peningkatan konsumsi layanan transportasi online secara keseluruhan. Analisis awal menunjukkan bahwa penurunan komisi sebesar 2‑7 poin persentase dapat menambah pendapatan bersih mitra hingga 10‑15 % per bulan, tergantung pada volume order.