Setapak Langkah – 03 Juli 2026 | Pangkogabwilhan wilayah III Papua mengeluarkan keterangan resmi mengenai insiden tragis yang terjadi di Lapter Balinggama, Kabupaten Yahukimo, pada dini hari tanggal 22 Juni 2024. Sebuah pesawat ringan yang tengah melakukan penerbangan domestik mengalami pembakaran, pilotnya ditembak, dan jenazah korban harus dievakuasi dari lokasi kejadian.
Berikut rangkaian kronologis yang diungkapkan oleh Pangkogabwilhan:
- 05.30 WIB: Pesawat jenis Cessna 208 Caravan lepas landas dari Bandar Udara Timika menuju Wamena.
- 06.15 WIB: Menurut laporan saksi di Lapter Batinggama, pesawat terlihat berputar tak terkendali dan menukik menuju hutan.
- 06.20 WIB: Pesawat menabrak area hutan lebat sekitar 3 kilometer dari titik pendaratan darurat. Sesaat setelah tabrakan, api mulai menyala di bagian sayap kanan.
- 06.22 WIB: Seorang pria tak dikenal yang diketahui berasal dari sekitar Lapter Batinggama menembak pilot yang masih terperangkap di kokpit, mengakibatkan luka tembak di kepala.
- 06.25 WIB: Tim SAR Pangkogabwilhan bersama TNI Angkatan Udara dan Badan SAR Nasional tiba di lokasi, memadamkan api, dan mulai proses evakuasi jenazah.
- 07.10 WIB: Jenazah pilot dan penumpang berhasil dievakuasi menggunakan helikopter Medan.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. Tim forensik telah mengumpulkan bukti fisik, termasuk peluru, sisa bahan bakar, serta rekaman CCTV dari pos terdekat. Seluruh saksi mata diminta untuk memberikan keterangan secara tertulis.
Selain itu, Pangkogabwilhan menambahkan bahwa wilayah Lapter Batinggama memang rawan konflik bersenjata dan aktivitas kriminal, sehingga kemungkinan motif pembakaran dan penembakan masih harus diusut lebih lanjut. Pemerintah Kabupaten Yahukimo telah mengirimkan tim penanggulangan bencana untuk membantu proses pemulihan lingkungan serta memberikan bantuan kepada keluarga korban.
Dalam pernyataannya, Kapolres Yahukimo menekankan pentingnya peningkatan keamanan penerbangan di wilayah Papua Pegunungan, termasuk penambahan pos pengawasan dan patroli udara secara rutin. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam tindakan kekerasan yang dapat memperparah situasi keamanan.