Setapak Langkah – 16 Mei 2026 | Film drama keluarga berjudul "Keluarga Suami Adalah Hama" akan mulai diputar di bioskop pada 21 Mei 2026. Film ini dibintangi oleh pasangan selebriti Omar Daniel dan Sitha Marino, yang juga menjadi sorotan media karena mengangkat isu beban hidup generasi tengah, yang dikenal sebagai “sandwich generation”.
Istilah “sandwich generation” merujuk pada kelompok orang dewasa yang sekaligus harus merawat orang tua yang sudah lanjut usia dan anak-anak yang masih bergantung secara finansial. Beban ganda ini menuntut pengelolaan waktu, tenaga, dan sumber daya ekonomi yang sangat kompleks.
Dalam wawancara eksklusif, Omar Daniel mengungkapkan bahwa ia pernah merasakan tekanan serupa ketika harus menyeimbangkan karier di dunia hiburan dengan kebutuhan merawat orang tua yang sakit serta mengasuh dua anak kecil. “Saya merasa seperti berada di antara dua lapisan roti, harus menahan beratnya di kedua sisi,” ujarnya. Sitha Marino menambahkan, “Kita harus belajar membuat prioritas, tetapi seringkali keputusan itu mengorbankan satu pihak atau lainnya.”
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan signifikan jumlah rumah tangga yang tergolong dalam “sandwich generation”. Berikut rangkuman statistik terbaru:
| Tahun | Persentase Rumah Tangga Sandwich |
|---|---|
| 2020 | 27,5% |
| 2023 | 30,2% |
Angka tersebut mencerminkan tantangan ekonomi yang semakin berat bagi keluarga menengah. Beban keuangan meliputi biaya perawatan kesehatan orang tua, pendidikan anak, serta kebutuhan sehari-hari. Banyak rumah tangga terpaksa menambah jam kerja atau mencari pekerjaan sampingan demi menutupi pengeluaran.
Para ahli ekonomi menilai bahwa beban “sandwich generation” dapat berimplikasi pada produktivitas nasional. Jika tidak ditangani, tekanan finansial dapat menurunkan konsumsi rumah tangga dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, kebijakan dukungan sosial seperti subsidi perawatan lansia dan program beasiswa bagi anak dapat menjadi solusi jangka panjang.
Film “Keluarga Suami Adalah Hama” tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga mengajak penonton merenungkan realitas sosial yang dihadapi banyak keluarga Indonesia. Melalui cerita yang bersifat personal, Omar Daniel dan Sitha Marino berharap publik dapat lebih memahami dan menuntut kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan generasi tengah.