Setapak Langkah – 17 Agustus 2026 | Wakil Ketua Badan Sosialisasi Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Muhammad Hoerudin Amin, menekankan pentingnya peran guru pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam menanamkan nilai-nilai Empat Pilar kepada anak-anak sejak usia dini. Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh para pendidik dan perwakilan lembaga terkait, ia menegaskan bahwa pembentukan karakter bangsa harus dimulai sejak balita pertama kali memasuki dunia pendidikan formal.
Empat Pilar yang dimaksud meliputi:
- Ketuhanan Yang Maha Esa
- Kemanusiaan yang adil dan beradab
- Persatuan Indonesia
- Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi landasan moral dan etika bagi generasi mendatang.
Beberapa langkah konkret yang disarankan antara lain:
- Mengintegrasikan cerita rakyat dan sejarah Indonesia dalam kegiatan bermain.
- Melakukan kegiatan kelompok yang menumbuhkan rasa kebersamaan dan toleransi.
- Memanfaatkan lagu, gerakan, dan seni tradisional sebagai media penanaman nilai.
- Memberikan contoh perilaku yang mencerminkan nilai Empat Pilar dalam interaksi sehari-hari.
Pihak MPR juga berkomitmen untuk memperkuat kebijakan pendidikan anak usia dini melalui regulasi yang mendukung kurikulum berbasis nilai. Dukungan ini diharapkan dapat memudahkan guru dalam menyusun modul pembelajaran yang selaras dengan agenda nasional.
Implementasi nilai Empat Pilar di PAUD diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas karakter anak, tetapi juga berkontribusi pada terciptanya generasi yang berwawasan kebangsaan, toleran, dan siap berpartisipasi dalam pembangunan bangsa.