Setapak Langkah – 17 Mei 2026 | Ribuan warga berkumpul di sekitar Gedung Sate, Bandung, pada Sabtu, 16 Mei, untuk menyaksikan rangkaian acara Milangkala Tatar Sunda. Acara ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan sebuah upaya menelusuri jejak sejarah Sunda dan menghidupkan kembali nilai‑nilai kesundaan yang telah berakar sejak ratusan tahun lalu.
Milangkala, yang berarti peringatan atau perayaan, menampilkan beragam elemen budaya tradisional, mulai dari musik degung, tarian jaipongan, hingga bacaan puisi Sunda klasik. Setiap penampilan dirancang untuk menggambarkan fase‑fase penting dalam sejarah tanah Sunda, seperti masa Kerajaan Tarumanagara, Kerajaan Sunda, hingga era kolonial Belanda.
Berikut beberapa aspek historis dan nilai kesundaan yang diangkat dalam acara ini:
- Jejak Kerajaan Tarumanagara: Penampilan musik gamelan yang dipadukan dengan narasi lisan menceritakan keberanian raja Purnawarman dalam membangun infrastruktur irigasi, simbol kemajuan dan kepedulian terhadap pertanian.
- Era Kerajaan Sunda: Tarian tradisional seperti Tari Merak dipentaskan untuk menonjolkan estetika dan filosofi keindahan alam yang menjadi ciri khas budaya Sunda.
- Pengaruh Kolonial: Adegan drama pendek menyoroti perjuangan rakyat Sunda melawan penjajahan, menekankan nilai keberanian, solidaritas, dan rasa keadilan.
- Nilai Kesundaan Kontemporer: Diskusi panel yang melibatkan budayawan dan akademisi mengangkat nilai gotong‑royong, kebijaksanaan alam, serta pentingnya melestarikan bahasa Sunda dalam era digital.
Acara ini juga menjadi ajang edukasi bagi generasi muda. Sekolah‑sekolah di Bandung mengirimkan siswa untuk menyaksikan pertunjukan, sekaligus mengadakan lokakarya cara membuat angklung dan anyaman bambu. Dengan cara ini, nilai‑nilai tradisional tidak hanya dipertontonkan, tetapi juga dipraktikkan secara langsung.
Keberhasilan Milangkala Tatar Sunda menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. Melalui upaya pelestarian yang kreatif, warisan Sunda tidak hanya dipertahankan, melainkan juga diadaptasi untuk menjawab tantangan zaman.