Setapak Langkah – 05 Mei 2026 | Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Abdul Mu’ti, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan pihak sekolah atas meninggalnya seorang siswa SMK di Samarinda. Insiden tersebut terjadi pada pekan lalu dan menimbulkan keprihatinan luas di kalangan pendidikan.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada konferensi pers, Menteri Mu’ti menegaskan pentingnya upaya preventif agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Ia menekankan bahwa keselamatan siswa bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan memerlukan sinergi antara institusi pendidikan, orang tua, dan pihak keamanan setempat.
Mu’ti menyoroti perlunya komunikasi yang efektif antara sekolah dengan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, saluran informasi yang terbuka dapat mengidentifikasi potensi bahaya lebih dini, serta memastikan prosedur penanganan darurat dijalankan dengan tepat.
- Penguatan protokol keamanan di lingkungan sekolah.
- Peningkatan pelatihan guru dan staf tentang penanganan situasi darurat.
- Kolaborasi intensif antara dinas pendidikan, kepolisian, dan lembaga kesehatan.
Menteri mengharapkan semua pihak dapat belajar dari tragedi ini dan berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif bagi generasi muda.