Setapak Langkah – 07 Juli 2026 | Menteri Perindustrian Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, menandai langkah strategis dengan memperluas kerja sama pengembangan industri halal bersama Kyrgyzstan. Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung di Jakarta, delegasi Kyrgyzstan menyampaikan minat kuat untuk mengintegrasikan standar halal Indonesia ke dalam rantai pasokan mereka, terutama di sektor pertanian, peternakan, dan produk olahan.
Tujuan utama kerja sama
- Meningkatkan kapasitas produksi halal di Kyrgyzstan melalui transfer teknologi dan pelatihan tenaga kerja.
- Memperluas akses pasar produk halal Indonesia ke negara-negara Asia Tengah, khususnya Kyrgyzstan dan sekitarnya.
- Mengadopsi sistem sertifikasi halal Indonesia (MUI) sebagai standar regional untuk meningkatkan kepercayaan konsumen.
Ruang lingkup aksi
- Pembentukan pusat pelatihan halal di Bishkek yang akan dikelola bersama institusi pendidikan Indonesia.
- Pembuatan fasilitas laboratorium uji halal modern yang didukung oleh investasi bersama.
- Negosiasi tarif preferensial bagi produk halal Indonesia yang diekspor ke Kyrgyzstan.
Agus Gumiwang menegaskan, “Kerja sama ini tidak hanya membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat keunggulan halal di tingkat global.” Pihak Kyrgyzstan menanggapi dengan optimisme, menyatakan kesiapan untuk mengadopsi standar MUI demi meningkatkan nilai tambah produk domestik mereka.
Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ribuan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan petani, serta memperkuat alur perdagangan bilateral. Pemerintah Indonesia berencana mengeluarkan regulasi pendukung dalam tiga bulan ke depan, sementara delegasi Kyrgyzstan akan menyiapkan kerangka kerja legalnya dalam periode yang sama.