Setapak Langkah – 06 Mei 2026 | Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, pada Senin 4 Mei menyatakan bahwa tawaran gencatan senjata yang diajukan oleh pemerintah Ukraina merupakan usulan serius untuk mengakhiri krisis yang telah melanda negara tersebut selama hampir dua tahun.
- Isi utama tawaran: gencatan senjata menyeluruh, penarikan militer, dan penempatan pasukan pengawas dari organisasi internasional.
- Tujuan utama: menghentikan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta menciptakan suasana kondusif bagi pembicaraan damai lanjutan.
- Reaksi internasional: banyak negara menyambut baik usulan tersebut, meski menunggu rincian teknis dan jaminan keamanan.
Sybiha menambahkan bahwa Ukraina tetap berkomitmen pada kedaulatan teritorialnya, namun bersedia bernegosiasi asalkan ada jaminan bahwa penarikan pasukan tidak akan mengancam integritas wilayah. Ia juga menegaskan pentingnya peran lembaga multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) dalam memfasilitasi proses verifikasi.
Di sisi lain, pemerintah Rusia belum memberikan komentar resmi mengenai tawaran tersebut, meskipun beberapa analis memperkirakan bahwa Moskow mungkin melihatnya sebagai peluang untuk mengurangi tekanan internasional sambil tetap mempertahankan posisi tawar.
Jika proposal ini diterima dan diimplementasikan, diperkirakan akan mengurangi intensitas konflik secara signifikan, membuka ruang bagi rekonstruksi wilayah yang hancur, serta memungkinkan pengalihan sumber daya ke sektor-sektor penting seperti energi dan layanan publik.